Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mendagri Pastikan Stok Beras Aman dan Bantuan Pemulihan Pascabencana Segera Disalurkan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Mendagri Pastikan Stok Beras Aman dan Bantuan Pemulihan Pascabencana Segera Disalurkan
Foto: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan (sumber: Kemendagri)

Pantau - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memastikan stok beras di wilayah terdampak bencana seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh aman untuk enam bulan ke depan.

Tito mengungkapkan bahwa ia telah mengecek langsung ke gudang milik Bulog dan mendapat kepastian mengenai ketersediaan stok pangan.

"Saya sendiri pernah mengecek langsung ke gudangnya Lhokseumawe, itu untuk Lhokseumawe, Bireuen, dan Aceh Utara ada 28 ribu ton di sana. Cukup untuk sembilan bulan malah di sana," ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Tito kepada wartawan usai Apel Pembukaan Tim Satuan Tugas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk percepatan aktivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana Aceh yang digelar di Kompleks Perkantoran Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Distribusi dan Pemulihan Pertanian Jadi Tantangan

Tantangan utama saat ini, menurut Tito, adalah pendistribusian stok beras ke wilayah-wilayah yang sulit diakses akibat dampak bencana.

Ia menyebut bahwa pemerintah pusat berkomitmen memulihkan sektor pertanian sebagai bagian dari program prioritas swasembada pangan nasional.

"Nah ini beliau (Menteri Pertanian) sudah membuat program untuk menghidupkan kembali lahan-lahan sawah yang sudah ada, supaya normal, bahkan bisa dioptimalkan," ia menambahkan.

Bantuan Rumah Rusak dan Pendataan Dipercepat

Selain soal logistik pangan, Tito juga menyinggung bantuan pemerintah untuk masyarakat yang rumahnya rusak akibat bencana.

Pemerintah telah menetapkan besaran bantuan berdasarkan kategori kerusakan, yakni Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan hunian tetap (huntap) bagi rumah yang rusak berat atau hilang.

Selama proses pembangunan huntap berlangsung, masyarakat juga akan menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) dari pemerintah.

Tito meminta kepala daerah untuk segera menyiapkan data warga terdampak agar proses penyaluran bantuan bisa dilakukan tanpa penundaan.

Ia menekankan pentingnya peran kepala desa atau keuchik dalam mendata warga terdampak secara cepat dan akurat.

"Saya mohon dengan segala hormat, kalau ingin cepat, tolonglah bereskan datanya ini. Dan kita buat simpel," ia mengungkapkan.

Penulis :
Leon Weldrick