
Pantau - Banjir rob melanda sejumlah pusat pertokoan, ruas jalan, dan rumah warga di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terutama di kawasan pesisir, pada 7 Januari 2026.
Fenomena Banjir Rob Meningkatkan Dampaknya
Banjir rob, yang disebabkan oleh air laut, mulai terjadi sejak awal Januari 2026, namun pada 7 Januari 2026, ketinggian air lebih tinggi dan merembet ke dalam toko-toko dan pemukiman, seperti yang dialami pedagang sembako di Pelantar II.
Di Pelantar II, air laut merendam toko-toko, mencapai setinggi betis orang dewasa, merendam barang-barang milik pedagang, termasuk sembako.
Banjir rob juga merendam rumah warga di Kelurahan Sei Jang, dengan ketinggian air yang sama, mencapai betis orang dewasa.
Warga Siaga dan Evakuasi Barang
Jufri, salah satu warga Kelurahan Sei Jang, melaporkan bahwa air laut mulai masuk ke rumahnya sekitar pukul 11.00 WIB, sehingga dia dan istrinya terpaksa mengevakuasi barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.
Di Kelurahan Kampung Bugis, sejumlah rumah warga terendam banjir rob. Warga seperti Rio telah mempersiapkan diri dengan memasang tanggul atau tembok penghalang untuk mencegah air masuk ke rumah mereka.
Peringatan dan Antisipasi dari BPBD dan BMKG
Kepala BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin, mengimbau masyarakat pesisir untuk lebih waspada, menyelamatkan barang-barang berharga, serta mematikan jaringan listrik yang terjangkau oleh air.
BMKG memprediksi fenomena banjir rob ini akan berlangsung hingga 8 Januari 2026, yang disebabkan oleh fenomena Perigee dan bulan purnama yang terjadi bersamaan pada awal Januari.
BMKG Tanjungpinang, melalui Prakirawan Robbi, mengingatkan masyarakat untuk waspada dan melakukan langkah antisipasi terhadap dampak dari banjir rob ini.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti








