Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pendaki Hilang di Gunung Slamet Sejak 27 Desember, Basarnas Kerahkan 70 Personel dan Relawan untuk Pencarian

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pendaki Hilang di Gunung Slamet Sejak 27 Desember, Basarnas Kerahkan 70 Personel dan Relawan untuk Pencarian
Foto: (Sumber: Basarnas Semarang bersama tim sukarelawan sedang melakukan penyisiran pada seorang pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang dikabarkan hilang di Gunung Slamet, Selasa (6-1.2026). ANTARA/HO-Basarnas Semarang.)

Pantau - Basarnas Semarang mengerahkan 70 personel dan relawan untuk mencari seorang pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18), yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet sejak Jumat, 27 Desember 2025, saat mendaki bersama temannya.

Operasi Pencarian Difokuskan di Beberapa Titik Jalur Pendakian

Staf Basarnas Semarang, Handika Hengki, menjelaskan bahwa awalnya terdapat sekitar 120 orang yang bersedia mengikuti pencarian, namun jumlah tersebut dikurangi menjadi 70 orang demi efektivitas dan keselamatan misi.

Pengurangan dilakukan agar hanya personel maupun relawan yang memiliki kualifikasi dan spesifikasi memadai yang diterjunkan ke medan pencarian.

Tim pencari dibagi ke dalam empat kelompok dan mulai bergerak dari basecamp pada pukul 07.00 WIB, dengan perkiraan telah mencapai pos pertama jalur pendakian saat laporan ini dibuat.

Basarnas juga mengizinkan ayah korban, Dhani, untuk ikut serta dalam upaya pencarian anaknya.

“Kemarin memang nggak jadi mendaki mencari korban karena ditutup. Dengan kondisi cuaca cerah, cuma hari ini keluarga bersama tiga tim ikut naik untuk menyisir di pos tiga dan pos lima ke bawah, sedangkan lainnya melakukan penyapuan ke lokasi puncak aliran air batas vegetasi yang berada di batas jalur Baturaden, Banyumas,” jelas Handika.

Kronologi Hilangnya Korban dan Harapan Ditemukan Selamat

Syafiq Ridhan Ali Razan diketahui tersesat setelah mengalami kram otot saat melakukan pendakian bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran.

“Jadi, berdasarkan saksi Himawan, Syafiq Ridhan Ali tersesat karena sebelumnya korban sempat mengalami kram sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan,” kata Handika.

Himawan berhasil ditemukan oleh tim SAR pada Selasa, 30 Desember 2025, dalam keadaan selamat, sementara Syafiq hingga kini belum ditemukan.

Hingga laporan terakhir, sebanyak 62 personel pencarian telah melewati pos satu.

Operasi pencarian dijadwalkan berlangsung selama dua hari dan direncanakan berakhir pada Rabu, 7 Januari 2026.

Handika menyatakan harapannya agar Syafiq dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Syafiq merupakan warga Kramat Utara, Magelang Utara, sementara Himawan berasal dari Secang, Magelang.

Keduanya memulai pendakian dari jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Jumat, 27 Desember 2025.

Penulis :
Aditya Yohan