Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mendikdasmen dan Basarnas Teken MoU untuk Perkuat Edukasi Keselamatan Diri di Sekolah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mendikdasmen dan Basarnas Teken MoU untuk Perkuat Edukasi Keselamatan Diri di Sekolah
Foto: Mendikdasmen dan Basarnas Teken MoU untuk Perkuat Edukasi Keselamatan Diri di Sekolah

Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan guna memperkuat sinergi lintas instansi dalam membangun kesadaran keselamatan diri masyarakat Indonesia yang tangguh bencana di Jakarta Pusat pada Kamis, 26 Februari 2026.

Penandatanganan tersebut menjadi langkah strategis Kemendikdasmen dan Basarnas dalam mengintegrasikan edukasi keselamatan diri ke dalam lingkungan satuan pendidikan.

Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa momentum tersebut sejalan dengan keinginan kementerian untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan diri kepada murid dan guru di berbagai satuan pendidikan.

"Kita bisa bekerja sama menjadikan Search and Rescue (SAR) sebagai salah satu ekstrakurikuler di sekolah," ungkapnya di Jakarta pada Jumat.

Ia menjelaskan bahwa program kementerian memiliki kesamaan visi dengan Basarnas karena fokus utama Kemendikdasmen adalah mendidik anak-anak untuk mengembangkan bakat dan minat di berbagai bidang, termasuk kemampuan Search and Rescue yang dapat disinkronkan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

"Kemampuan ini juga bisa disinkronkan dengan program Pramuka yang sekarang menjadi ekstrakurikuler wajib di semua sekolah. Sangat penting bagi anak-anak kita untuk memiliki keahlian menyelamatkan diri, baik saat terjadi banjir, kebakaran, maupun musibah lainnya. Paling tidak, mereka memahami dasar-dasarnya," tambahnya.

Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal untuk bersinergi dalam menyelamatkan masyarakat yang memerlukan pertolongan.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menyatakan bahwa kementerian memiliki satuan pendidikan aman bencana yang dapat diselaraskan dengan Basarnas.

"Di kementerian, kita mempunyai Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Jadi, nanti program ini juga bisa kita bisa selaraskan," ujarnya.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa sinergi kedua pihak penting karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa namun berisiko tinggi terhadap bencana.

Ia menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dalam potensi bencana, termasuk ancaman megathrust yang diperkirakan terjadi dalam kurun waktu 100 tahun ke depan.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan amanah undang-undang, masyarakat yang tidak terdampak namun berada di sekitar lokasi bencana memiliki kewajiban melakukan tindakan awal sambil menunggu petugas datang.

Ia mendorong adanya pelatihan di level Pendidikan Anak Usia Dini melalui alat permainan edukatif yang selaras dengan ajaran dasar mengenai pentingnya keselamatan.

"Sehingga kedepannya mulai dari pelatihan-pelatihan di level PAUD bisa kita sinergikan mainan-mainan dengan minimal pemahaman bahwa keselamatan itu menjadi sesuatu yang mendasar," katanya.

Kerja sama ini juga menjadi upaya untuk mengembangkan kemampuan anak-anak Indonesia agar dapat menjadi tim relawan Basarnas yang tangguh di masa depan.

Penulis :
Ahmad Yusuf