Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Catat 3,45 Juta Sambaran Petir Terjadi di Bali Sepanjang 2025

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Catat 3,45 Juta Sambaran Petir Terjadi di Bali Sepanjang 2025
Foto: (Sumber: Tangkapan layar - BMKG memetakan kerapatan petir di Bali selama 2025 di Denpasar, Bali, Selasa (6/1/2025). ANTARA/Instagram/@bmkg_denpasar.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Geofisika Denpasar mencatat sebanyak 3,45 juta sambaran petir terjadi di wilayah Bali sepanjang tahun 2025.

Jumlah Petir 2025 Lebih Rendah dari Tahun Sebelumnya

Pelaksana Tugas Kepala Stasiun Geofisika Denpasar Ketut Sudiarta menyampaikan bahwa jumlah sambaran petir pada 2025 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,14 juta sambaran.

"Jumlah itu lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai sebanyak 5,14 juta sambaran petir," ungkap Ketut Sudiarta.

Ia menjelaskan penurunan tersebut diperkirakan terjadi karena berkurangnya pembentukan awan Cumulonimbus atau awan badai yang menjadi sumber utama terjadinya petir.

Awan Cumulonimbus umumnya tumbuh pada kondisi atmosfer yang lembab dan tidak stabil secara termodinamika.

"Pada 2025 pergeseran puncak musim hujan serta kelembaban atmosfer yang kurang kuat menyebabkan kondisi atmosfer menjadi lebih stabil, sehingga pertumbuhan awan Cb berkurang dan jumlah petir menurun," ia mengungkapkan.

Pengaruh Siklon Tropis dan Pola Musiman

Ketut menjelaskan bahwa keberadaan sistem siklon tropis atau bibit siklon di wilayah selatan Indonesia turut memengaruhi pola angin skala besar.

Sistem siklon tersebut dapat menekan pertumbuhan awan Cumulonimbus lokal di daratan Bali karena energi dan uap air tersedot ke sistem siklon yang lebih luas.

Meski demikian, BMKG menyebut sistem siklon secara regional tetap berpotensi memicu cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Aktivitas sambaran petir tertinggi sepanjang 2025 tercatat terjadi pada November dengan total 525.930 sambaran.

Pada periode tersebut, petir dari awan ke tanah bermuatan positif atau CG positif dengan ciri sambaran tunggal tercatat sebanyak 178.254 sambaran.

Sementara itu, petir dari awan ke tanah bermuatan negatif atau CG negatif dengan ciri sambaran bercabang banyak tercatat sebanyak 255.502 sambaran.

BMKG menegaskan bahwa petir dari awan ke tanah merupakan jenis petir paling berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan bangunan, kebakaran, hingga kematian.

Jumlah sambaran petir paling sedikit sepanjang 2025 terjadi pada Juli dengan total 371.40 sambaran.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 sambaran petir terbanyak juga terjadi pada November dengan jumlah 938.829 sambaran, sedangkan jumlah paling sedikit tercatat pada Juli dengan total 92.463 sambaran.

Penulis :
Ahmad Yusuf