Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Komisi IX DPR Minta Pemerintah Gencarkan Sosialisasi Masker Cegah Penularan Superflu

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Komisi IX DPR Minta Pemerintah Gencarkan Sosialisasi Masker Cegah Penularan Superflu
Foto: (Sumber: Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa. Foto: Geraldi/Karisma.)

Pantau - Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa meminta pemerintah menggencarkan sosialisasi penggunaan masker di ruang publik sebagai langkah pencegahan penularan virus influenza A H3N2 subklad K atau superflu.

Pencegahan Dini dan Sosialisasi Masker

Neng Eem menilai langkah pencegahan harus menjadi prioritas karena superflu telah dilaporkan menginfeksi sejumlah negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, Singapura, hingga Indonesia.

Ia meminta pemerintah melakukan langkah antisipasi tanpa menunggu terjadinya lonjakan kasus di masyarakat.

"Kami meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, melakukan langkah antisipasi sejak dini. Sosialisasi penggunaan masker di ruang publik sangat penting karena terbukti efektif menekan penularan virus pernapasan, termasuk influenza," ungkap Neng Eem.

Penggunaan masker disebut sebagai langkah kesehatan masyarakat yang berbasis bukti ilmiah untuk mengurangi risiko penularan melalui droplet dan aerosol.

Masker dinilai sangat penting digunakan di ruang publik yang padat, transportasi umum, fasilitas pelayanan kesehatan, serta area dengan sirkulasi udara terbatas.

Kesiapan Fasilitas Kesehatan dan Data Kasus

Selain pencegahan di tingkat masyarakat, Neng Eem menyoroti kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi potensi peningkatan kasus.

Pemerintah diminta memastikan kesiapan tenaga medis, ketersediaan alat pelindung diri, sistem deteksi dini, serta mekanisme penanganan pasien.

"Kesiapan faskes menjadi faktor penentu agar kasus tidak melonjak. Ini bukan upaya menakut-nakuti masyarakat, melainkan bentuk perlindungan negara terhadap kesehatan publik," ungkap Neng Eem.

Berdasarkan data hingga 31 Desember 2025, tercatat 62 kasus superflu di Indonesia yang tersebar di delapan provinsi.

Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

"Pencegahan lebih murah dan lebih efektif dibanding penanganan ketika kasus sudah meluas. Koordinasi lintas sektor dan kesiapan layanan kesehatan tidak boleh ditunda," ia mengungkapkan.

Neng Eem juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada dengan disiplin menerapkan langkah pencegahan.

"Imunisasi influenza dapat menurunkan risiko keparahan jika terinfeksi. Penggunaan masker, kesiapan faskes, dan imunisasi harus berjalan bersamaan agar dampak superflu dapat ditekan," ungkapnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf