
Pantau - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menekankan bahwa penguatan riset strategis di Indonesia harus ditopang oleh budaya kerja yang saling percaya dan kolaboratif untuk mencapai hasil inovasi yang berdampak.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu (tanggal tidak disebutkan), Arif menyebut bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama bagi para periset agar dapat bekerja secara optimal.
"Kepercayaan adalah modal utama dalam riset dan inovasi. Lingkungan kerja yang aman dan saling percaya akan mendorong produktivitas serta kualitas karya riset," ungkapnya.
BRIN, kata Arif, terus mendorong tata kelola riset yang adaptif terhadap aspirasi periset, namun tetap selaras dengan target kinerja, kapasitas organisasi, dan regulasi negara.
Ia menyatakan bahwa hasil riset yang dihasilkan harus mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional.
Budaya Kerja dan Kebahagiaan sebagai Pilar Riset Berkualitas
Arif, yang juga merupakan mantan Rektor IPB University, mencontohkan budaya kerja di Jepang sebagai model etos kerja yang patut dijadikan teladan oleh periset dan pegawai BRIN.
"Etos akan melahirkan semangat kerja tinggi dan rasa tanggung jawab yang besar. Saya berharap pegawai BRIN meneladani hal tersebut. Bekerja bukan karena uang semata, tetapi karena panggilan jiwa (passion)," ia mengungkapkan.
Lebih lanjut, Arif juga menyoroti pentingnya kebahagiaan sebagai modal utama dalam menjalani hidup dan pekerjaan sehari-hari.
Menurutnya, kebahagiaan bisa dicapai melalui tiga hal utama, yaitu keluarga yang baik (good family), teman yang baik (good friends), dan pekerjaan yang baik (good job).
"Kerja sejati adalah yang dilakukan dengan jiwa dan semangat, sehingga menciptakan kebahagiaan dan makna hidup. Usia muda dan tua bukan ditentukan oleh angka, tetapi oleh semangat berfikir ke depan. Orientasi pada masa depan, bukan masa lalu," tegasnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








