
Pantau - Pemerintah Inggris secara resmi menyambut pembentukan hubungan diplomatik penuh dengan negara Palestina, seiring dengan dibukanya Kedutaan Palestina di London pada Senin (5 Januari 2026).
Pernyataan ini disampaikan oleh Hamish Falconer, Menteri Inggris untuk Timur Tengah, di hadapan parlemen Inggris.
"Inggris secara resmi mengakui Palestina pada musim gugur lalu untuk melindungi kelayakan solusi dua negara dan menciptakan jalan menuju perdamaian abadi bagi rakyat Israel dan Palestina," ungkap Falconer.
Ia menegaskan bahwa Inggris mendukung penuh pendirian Kedutaan Palestina sebagai langkah penting dalam mendukung solusi damai atas konflik Israel–Palestina.
Kritik Terhadap Pembatasan Akses Bantuan ke Gaza
Dalam pernyataannya, Falconer juga menyampaikan pembaruan mengenai situasi kemanusiaan di Gaza.
Meski ada peningkatan jumlah truk bantuan yang masuk, masih banyak hambatan yang mengganggu penyaluran bantuan kepada warga.
"Lebih banyak truk memasuki Gaza, dan ini sangat disambut baik. Tetapi saat ini, penyeberangan utama ditutup, konvoi dipulangkan, pasokan medis dan tempat penampungan diblokir, dan LSM dilarang," jelasnya.
Ia mengkritik keras keputusan Israel yang melarang 37 LSM beroperasi di Gaza.
"Rencana perdamaian tidak akan berhasil jika LSM dilarang masuk. Keputusan Israel untuk melarang 37 LSM tidak dapat dibenarkan," tegas Falconer.
Falconer juga menyoroti ironi dalam distribusi barang di Gaza.
"Ironisnya, lebih mudah memasukkan rokok dan barang mewah ke Gaza daripada obat-obatan dasar dan tempat tinggal yang sangat dibutuhkan orang-orang," tambahnya.
Inggris Pantau Ketat Situasi di Iran, Dukung Dialog di Yaman, dan Waspadai Suriah
Terkait perkembangan di Iran, Falconer menyampaikan keprihatinan atas aksi protes yang berlangsung selama sembilan hari akibat penurunan nilai mata uang.
"Kami prihatin dengan laporan kekerasan terhadap mereka yang dengan berani menggunakan hak mereka untuk melakukan protes damai," ucapnya.
Ia menegaskan bahwa Inggris mendesak Iran untuk menjamin kebebasan dasar, termasuk hak atas informasi dan komunikasi.
"Kami akan terus bekerja sama dengan mitra untuk meminta pertanggungjawaban Iran atas catatan hak asasi manusianya," lanjut Falconer.
Sementara itu, mengenai konflik di Yaman, Inggris menyambut baik berbagai upaya diplomatik dan mendukung dialog serta de-eskalasi di selatan negara tersebut.
Inggris menyatakan dukungan terhadap:
- Seruan dialog oleh Presiden Yaman
- Tawaran Arab Saudi sebagai tuan rumah pembicaraan
- Seruan Uni Emirat Arab (UEA) untuk menurunkan ketegangan
- "Resolusi diplomatik yang cepat akan paling bermanfaat bagi rakyat Yaman," kata Falconer.
Suriah Masuk dalam Fokus Keamanan Inggris
Falconer juga menyampaikan bahwa pada akhir tahun lalu, terjadi perubahan signifikan dalam pendekatan Pemerintah Suriah.
Suriah disebut telah berkomitmen untuk:
- Mengatasi ancaman keamanan
- Bergabung dengan Koalisi Global Melawan Daesh
- Membongkar persediaan senjata kimia
"Dalam pertemuan saya dengan pemerintah Suriah, saya telah mendengar langsung komitmen untuk membangun Suriah bagi semua warga Suriah," ujarnya.
Falconer menegaskan bahwa stabilitas di Suriah penting bagi kepentingan nasional Inggris dan bahwa negaranya tetap aktif dalam Koalisi Global Melawan Daesh.
"Inggris akan terus melakukan apa yang diperlukan untuk mencegah kebangkitan kembali Daesh, untuk mendukung stabilitas Suriah dan melindungi keamanan nasional Inggris," tutupnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








