
Pantau - Pemerintah Rusia menyatakan bahwa mereka tengah memantau dengan saksama tindakan militer Amerika Serikat yang melacak kapal tanker minyak Rusia "Marinera" di wilayah perairan internasional.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut pelacakan tersebut tidak wajar dan menimbulkan kekhawatiran, mengingat kapal sedang berlayar secara sah dan berada sekitar 4.000 kilometer dari pantai Amerika Serikat.
Menurut laporan Kantor Berita TASS, pelacakan terhadap kapal berbendera Rusia itu dilakukan oleh kapal milik Penjaga Pantai AS dan berlangsung selama beberapa hari.
Rusia Tuntut Penghentian Pelacakan, Kritik Komitmen AS terhadap Kebebasan Navigasi
Rusia mengecam perhatian berlebihan AS terhadap kapal "Marinera", dan menilai hal ini sebagai bentuk pelanggaran terhadap prinsip kebebasan navigasi internasional.
Mereka menyerukan kepada negara-negara Barat untuk konsisten menerapkan prinsip kebebasan navigasi, bukan hanya menuntutnya dari negara lain.
Kapal "Marinera" sebelumnya dikenal dengan nama "Bella I", dan menurut media Amerika telah masuk dalam daftar sanksi pemerintah AS.
Kapal itu dijadwalkan mengangkut minyak dari Venezuela, namun tidak bisa berlabuh karena blokade yang diberlakukan oleh AS.
Pada Desember 2025, setelah terdeteksi oleh Penjaga Pantai AS, kapal tersebut mengambil sejumlah langkah signifikan:
- Mengecat ulang bendera Rusia di lambung kapal
- Mengganti nama menjadi "Marinera"
- Mengubah registrasi negara menjadi Rusia secara resmi
Sebagai respons terhadap tindakan AS, pada akhir Desember, pemerintah Rusia mengirimkan nota diplomatik resmi kepada Washington, berisi tuntutan agar pelacakan terhadap kapal "Marinera" dihentikan.
Rusia menegaskan bahwa tindakan semacam itu dapat memperburuk ketegangan dan berpotensi menimbulkan insiden maritim yang tidak diinginkan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








