Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Polres Metro Jakarta Pusat Kerahkan 1.659 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa Buruh di Gambir

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Polres Metro Jakarta Pusat Kerahkan 1.659 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa Buruh di Gambir
Foto: (Sumber: Arsip Foto - Ribuan personel mengikuti apel pengamanan aksi unjuk rasa di Jakarta, Senin (17/11/2025). ANTARA/HO-HUMAS Polres Metro Jakpus/am.)

Pantau - Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 1.659 personel gabungan untuk memberikan pelayanan dan pengamanan dalam aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah buruh dan elemen masyarakat di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung menegaskan kehadiran aparat kepolisian bertujuan melayani masyarakat dan menjamin hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat secara damai.

“Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat,” ungkap Reynold EP Hutagalung.

Aksi unjuk rasa tersebut diikuti oleh sejumlah buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia serta beberapa elemen massa lainnya.

Pendekatan Humanis dan Tanpa Senjata Api

Untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, dan kondusif, seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api.

Aparat kepolisian mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional selama pelaksanaan pengamanan.

“Personel diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional,” ujarnya.

Kepolisian juga mengimbau para orator dan peserta aksi agar tetap tertib selama unjuk rasa berlangsung.

Peserta aksi diminta tidak memprovokasi massa lain, tidak menutup jalan umum, serta tidak melakukan tindakan anarkis.

Tindakan anarkis yang ditekankan untuk dihindari antara lain membakar ban bekas dan merusak fasilitas umum.

Massa aksi juga diingatkan untuk tidak melawan petugas dan bersama-sama menjaga ketertiban umum.

Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional

Kepolisian turut mengimbau masyarakat di sekitar kawasan Monas agar tidak terpancing oleh provokasi.

Bagi para pengguna jalan, kepolisian menyarankan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas selama aksi berlangsung.

“Pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan. Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” kata Reynold.

Penulis :
Aditya Yohan