
Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menandatangani Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026 sebagai langkah strategis menyatukan arah pengelolaan pendidikan tinggi nasional dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa kontrak kinerja bukan hanya dokumen administratif, melainkan komitmen konkret untuk memperkuat dampak pendidikan tinggi bagi masyarakat.
"Kita punya peran masing-masing untuk berjuang lebih keras lagi dalam melahirkan terobosan baru, membangkitkan industri maju, dan melakukan hilirisasi penelitian. Dengan kebersamaan, kita bisa membentuk satu orkestra nasional yang saling mengisi dan berdampak nyata bagi masyarakat," ungkap Brian.
SDM Kampus Jadi Kekuatan Utama, PTS Kalimantan Dapat Perhatian Khusus
Brian menyoroti bahwa kekuatan utama Indonesia terletak pada sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.
Dengan lebih dari 4.400 perguruan tinggi, 300.000 dosen, dan hampir 10 juta mahasiswa, pendidikan tinggi dinilai memiliki dampak besar secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Konsistensi, integritas, penguatan riset, dan inovasi disebut sebagai kunci dalam mengelola pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan.
Menteri juga menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan, peran dosen, serta kesejahteraan mereka melalui insentif riset dan penguatan ekosistem penelitian.
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh para rektor dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seluruh Indonesia.
Skema penandatanganan dibedakan antara PTN (kontrak kinerja) dan PTS (arahan kinerja) sebagai bentuk tata kelola yang akuntabel dan transparan.
LLDIKTI Wilayah XI memfasilitasi penandatanganan kontrak kinerja bagi 10 PTS di wilayah Kalimantan sebagai bentuk komitmen terhadap transformasi pendidikan tinggi yang inklusif dan berdampak.
Kesepuluh PTS tersebut adalah:
- Universitas Borneo Lestari
- Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
- Universitas Sari Mulia
- Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
- Universitas Darwan Ali Sampit
- Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
- Universitas Balikpapan
- Universitas Mulia
- Universitas Panca Bhakti Pontianak
- Universitas Muhammadiyah Pontianak
Fokus pada Riset Relevan dan Hilirisasi Inovasi
Pemerintah mendukung penguatan riset yang relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat serta mendorong bangkitnya industri berbasis sains dan teknologi.
Dalam kebijakan baru, honorarium peneliti dapat mencapai hingga 25 persen dari dana hibah riset yang bersumber dari APBN DIPA Kemdiktisaintek.
LLDIKTI Wilayah XI menegaskan akan mengawal pelaksanaan kontrak kinerja agar sejalan dengan kebijakan nasional, dengan fokus pada peningkatan mutu tridarma, penguatan inovasi, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan nasional.
Melalui kontrak ini, diharapkan PTS di Kalimantan dapat memperkuat tata kelola institusi, meningkatkan kualitas lulusan, dan menghasilkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat.
Sinergi antara Kemdiktisaintek, LLDIKTI, PTN/PTS, dan sektor industri diharapkan menjadi fondasi kuat menuju pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
- Penulis :
- Aditya Yohan








