Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Studi Cochrane Ungkap Olahraga Efektif Redakan Depresi Setara Terapi dan Obat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Studi Cochrane Ungkap Olahraga Efektif Redakan Depresi Setara Terapi dan Obat
Foto: (Sumber: Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundara HI, Jakarta, Minggu (4/1/2026). HBKB atau Car Free Day (CFD) perdana pada 2026 tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan berekreasi sekaligus mendukung upaya pengurangan polusi udara di Jakarta. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU)

Pantau - Studi terbaru menyebutkan bahwa olahraga dapat membantu meredakan gejala depresi dengan efektivitas yang sebanding dengan terapi psikologis maupun pengobatan.

Penelitian ini dilakukan oleh lembaga riset independen Cochrane melalui analisis terhadap 73 uji klinis yang melibatkan hampir 5.000 orang dewasa dengan depresi.

Tujuan studi ini adalah menilai kekuatan bukti ilmiah terkait kemampuan olahraga dalam menurunkan gejala depresi.

Hasilnya menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara olahraga dan metode penanganan standar seperti terapi atau obat-obatan dalam mengurangi gejala depresi.

Gejala depresi yang dianalisis meliputi kehilangan energi, perasaan sedih, gangguan tidur, dan rasa putus asa.

Penulis utama studi sekaligus profesor University of Lancashire Andrew Clegg menyatakan bahwa "temuan kami menunjukkan olahraga tampak menjadi pilihan yang aman dan mudah diakses untuk membantu mengelola gejala depresi", ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penting untuk mencari strategi penanganan depresi yang dapat dijalankan dan dipertahankan oleh pasien dalam jangka panjang.

Tim Cochrane mengingatkan bahwa jumlah uji klinis dengan kualitas tinggi masih terbatas.

Sebagian besar studi yang dianalisis melibatkan kurang dari 100 peserta.

Oleh karena itu, dampak jangka panjang olahraga terhadap depresi masih memerlukan penelitian lanjutan.

Temuan ini muncul di tengah meningkatnya beban depresi secara global.

Organisasi Kesehatan Dunia mencatat bahwa depresi merupakan penyebab utama gangguan kesehatan dan disabilitas di dunia.

Lebih dari 280 juta orang di seluruh dunia diketahui terdampak depresi.

Tinjauan tersebut menemukan tidak ada satu jenis olahraga yang paling unggul dalam meredakan gejala depresi.

Aktivitas fisik dengan intensitas ringan hingga sedang dilaporkan memberikan manfaat lebih besar dibandingkan olahraga intensitas berat.

Program olahraga yang mengombinasikan latihan aerobik dan kekuatan dinilai lebih efektif dibandingkan latihan aerobik saja.

Aktivitas seperti yoga, qigong, dan peregangan belum dianalisis dalam studi ini dan disarankan untuk diteliti lebih lanjut.

Sejumlah pedoman klinis internasional telah merekomendasikan olahraga sebagai bagian dari penanganan depresi ringan hingga sedang.

Di Inggris, lembaga NICE menganjurkan program olahraga kelompok minimal satu kali per pekan selama 10 minggu.

Asosiasi psikiatri di Eropa dan Kanada juga memasukkan aktivitas fisik sebagai salah satu opsi terapi depresi.

Penulis :
Ahmad Yusuf