
Pantau - Badan Gizi Nasional Bali menargetkan sebanyak 507 ribu penerima Program Makan Bergizi Gratis pada tahun 2026 seiring bertambahnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di seluruh wilayah Bali.
Koordinator BGN Provinsi Bali Risca Christina menyampaikan target tersebut di Denpasar pada Jumat dengan mempertimbangkan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang telah berdiri dan siap beroperasi.
Ia menyatakan, "Sekarang itu sudah ada 178 SPPG, tapi yang mulai operasional 147, sisanya sedang persiapan sebelum operasional, jadi itu sekitar kurang lebih 507 ribu siswa juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sekitar itu penerima manfaat tahun ini," ungkapnya.
Pada hari pertama implementasi Program Makan Bergizi Gratis tahun ini, Kamis 8 Januari, jumlah penerima baru mencapai 182.782 orang.
Jumlah tersebut belum memenuhi target karena masih terdapat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi baru yang berada dalam tahap uji coba.
Risca Christina menjelaskan bahwa SPPG yang masih uji coba belum dapat langsung menyediakan 2.500 paket makanan setiap hari.
Ia mengatakan, "Kami diarahkan untuk pemberian manfaat itu dibatasi 1.000 terlebih dahulu, jadi nanti minggu kedua dinaikkan 500, dan seterusnya seperti uji coba tapi harus berkelanjutan tidak boleh berhenti," ungkapnya.
Di balik target 507 ribu penerima, BGN Bali mencatat kebutuhan riil Program Makan Bergizi Gratis di Bali sebenarnya mencapai sekitar 1 juta penerima.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan sebanyak 355 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di seluruh Bali.
Pemenuhan jumlah SPPG tersebut masih menghadapi kendala, terutama terkait kemampuan pengusaha membangun fasilitas dalam waktu 45 hari.
Saat ini wilayah dengan jumlah SPPG terbanyak berada di Denpasar, Jembrana, dan Tabanan dengan sekitar 23 unit di masing-masing daerah.
Kabupaten Klungkung menjadi wilayah dengan jumlah SPPG paling sedikit, yakni tujuh unit.
Di Pulau Nusa Penida baru terdapat satu SPPG reguler yang melayani sekitar 3.000 penerima dan berada di wilayah 3T.
Risca Christina menyampaikan, "Yang terbanyak itu di Denpasar sekitar 23, paling sedikit di Kabupaten Klungkung, masih tujuh SPPG, itupun di Pulau Nusa Penida-nya baru ada satu SPPG reguler dengan 3.000 penerima tapi di sana ada daerah 3T," ungkapnya.
BGN Bali menargetkan penambahan 180 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi pada tahun ini yang akan tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Bali.
Penambahan tersebut dilakukan agar target sasaran penerima Program Makan Bergizi Gratis dapat tercapai secara bertahap.
Selain mengejar jumlah penerima, BGN Bali juga menargetkan peningkatan kualitas Program Makan Bergizi Gratis pada tahun 2026.
Peningkatan kualitas dilakukan melalui evaluasi kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi secara berkala.
Pada tahun 2025, BGN Bali menemukan persoalan berupa menu yang tidak sesuai angka kecukupan gizi.
Selain itu, pernah ditemukan kasus adanya ulat dalam makanan Program Makan Bergizi Gratis.
BGN Bali menegaskan komitmennya agar persoalan tersebut tidak kembali terjadi pada tahun 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








