Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BGN Nabire Lakukan Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis Saat Libur Sekolah Usai Dugaan Keracunan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BGN Nabire Lakukan Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis Saat Libur Sekolah Usai Dugaan Keracunan
Foto: (Sumber : Korwil BGN Nabire Marsel Asyerem (kiri) saat meninjau program MBG di sekolah sebelum masa libur lebaran. ANTARA/Ali Nur Ichsan)

Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire, Papua Tengah, memanfaatkan masa libur sekolah untuk melakukan evaluasi menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul dugaan kasus keracunan pada siswa pada 13 Maret 2026.

Evaluasi Menyeluruh Sistem Distribusi dan Pelayanan

Koordinator Wilayah BGN Nabire Marsel Asyerem mengatakan evaluasi dilakukan selama libur sekolah guna memperbaiki sistem pelayanan dan distribusi sebelum program kembali berjalan pada 30 Maret 2026.

“Selama libur sekolah ini kami gunakan untuk evaluasi total untuk pembenahan sistem pelayanan dan distribusi, supaya saat MBG kembali berjalan tidak ada lagi masalah dalam penyalurannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan evaluasi melibatkan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mitra, yayasan, ahli gizi, hingga tenaga akuntan untuk memastikan seluruh tahapan program sesuai standar.

Saat ini terdapat 12 SPPG aktif yang melayani sekolah-sekolah di wilayah Nabire.

Perbaikan Distribusi dan Antisipasi Risiko Kesehatan

Marsel menegaskan distribusi menjadi fokus utama agar makanan diterima tepat waktu dan tetap layak konsumsi oleh siswa.

“Kami seragamkan jadwal penyaluran, sehingga pukul 09.00 anak-anak sudah bisa mengonsumsi MBG,” katanya.

Ia menambahkan keterlambatan distribusi hingga di atas pukul 10.00 berisiko membuat makanan basi dan meningkatkan potensi gangguan kesehatan.

BGN juga menekankan batas maksimal pengantaran makanan oleh SPPG tidak melewati pukul 11.00 untuk menjaga kualitas makanan.

Marsel mengakui terdapat kendala di lapangan seperti keterbatasan armada, jarak tempuh hingga 6 kilometer, serta banyaknya sekolah yang dilayani satu SPPG.

“Sesuai SOP, satu SPPG maksimal menggunakan dua kendaraan,” ungkapnya.

Selain itu, selama masa libur sekolah, seluruh petugas tetap bekerja untuk menjaga kebersihan dapur dan lingkungan kerja serta tetap menerima gaji sesuai ketentuan.

Penulis :
Ahmad Yusuf