Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Ancaman Dengue Meningkat, Vaksinasi Jadi Ikhtiar Baru Lindungi Anak di Musim Hujan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ancaman Dengue Meningkat, Vaksinasi Jadi Ikhtiar Baru Lindungi Anak di Musim Hujan
Foto: (Sumber: Ilustrasi. Petugas melakukan pengasapan atau "fogging" untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti penyebab wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD). ANTARA/Feri Purnama.)

Pantau - Ancaman demam berdarah dengue kembali meningkat seiring musim hujan dan cuaca yang semakin sulit diprediksi, sehingga mendorong perlunya pendekatan pencegahan yang lebih berlapis dan komprehensif.

Dengue Masih Jadi Tantangan Serius Kesehatan Nasional

Penyakit dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti masih menjadi ancaman serius di berbagai daerah, terutama bagi anak-anak usia sekolah yang tergolong kelompok rentan.

Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan selama ini, mulai dari pemberantasan sarang nyamuk hingga edukasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

Namun, tingginya angka penularan menunjukkan bahwa pencegahan dengue tidak cukup mengandalkan satu pendekatan saja.

Data Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga 1 Desember 2025 terdapat 139.298 kasus dengue secara nasional dengan 583 kematian.

Angka tersebut menjadi pengingat bahwa dengue masih merupakan tantangan besar bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

Kalimantan Utara Terapkan Vaksinasi Dengue Publik

Di tengah kondisi tersebut, vaksinasi dengue mulai dipandang sebagai ikhtiar baru untuk memberikan perlindungan tambahan, khususnya bagi anak-anak.

Program vaksinasi dengue mulai diterapkan di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Utara yang menjadi provinsi pertama melaksanakan vaksinasi dengue secara publik.

Pelaksanaan vaksinasi dengue di Kalimantan Utara dimulai dari Kabupaten Bulungan sebagai wilayah prioritas.

Dengue di Kalimantan Utara telah lama bersifat endemik di seluruh wilayah kabupaten dan kota.

Sepanjang tahun 2024 tercatat 735 kasus dengue di Kalimantan Utara dengan incidence rate sebesar 98,98 per 100.000 penduduk.

Case fatality rate dengue di provinsi tersebut mencapai 1,09 persen dan tergolong relatif tinggi.

Sebanyak 46,81 persen kasus dengue terjadi pada kelompok usia 6 hingga 14 tahun.

Tren penularan dengue di Kalimantan Utara dilaporkan masih meningkat hingga pertengahan tahun 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara D H Usman SKM MKes menyatakan kondisi tersebut mendorong pihaknya melengkapi upaya pencegahan yang sudah berjalan dengan pendekatan baru.

Selama ini, pengendalian dengue dilakukan melalui penguatan surveilans epidemiologi, pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, serta penyuluhan berkelanjutan kepada masyarakat.

Perubahan iklim, mobilitas penduduk, dan kepadatan aktivitas anak-anak usia sekolah dinilai mempercepat dinamika penularan dengue.

Vaksinasi dengue kemudian didorong sebagai pelindung tambahan yang melengkapi upaya pencegahan yang telah ada.

Pendekatan vaksinasi ini diprioritaskan bagi kelompok paling rentan, khususnya anak-anak.

Inisiatif vaksinasi dengue tersebut sejalan dengan kebijakan nasional dan target bersama nol kematian akibat dengue pada 2030.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti