
Pantau - Provinsi Sumatera Barat menerima alokasi pupuk bersubsidi jenis NPK sebanyak 1.100 ton yang dikirim dari Lhokseumawe, Provinsi Aceh.
Pengiriman pupuk dilakukan menggunakan Kapal KM Hodasco 19 dan bersandar di Dermaga Beton Umum, Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang.
Setelah proses bongkar muat, pupuk tersebut langsung dipindahkan ke gudang penyimpanan yang masih berada di dalam kawasan Pelabuhan Teluk Bayur.
Pupuk ini selanjutnya akan didistribusikan ulang ke para petani di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Manajer Penjualan Wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau PT Pupuk Indonesia (Persero), Fajar Ahmad, menyampaikan, "Hari ini kita menerima alokasi pupuk NPK pasokan dari Lhokseumawe, Aceh sebanyak 1.100 ton," ungkapnya.
Distribusi Awal Tahun untuk Antisipasi Musim Tanam
Penyaluran pupuk di awal tahun ini bertujuan untuk memastikan tidak adanya gangguan dalam proses pemupukan pada musim tanam tahun 2026.
"Pasokan di awal tahun ini bertujuan agar proses pemupukan petani di musim tanam 2026 tidak terganggu," ia mengungkapkan.
Pupuk Indonesia mencatat bahwa alokasi pupuk bersubsidi untuk Sumatera Barat pada tahun 2026 mencapai 248.652 ton.
Rinciannya adalah sebagai berikut: Urea sebanyak 102.912 ton, NPK 125.176 ton, NPK Formula Khusus 615 ton, Pupuk Organik 19.892 ton, dan ZA 57 ton.
Penurunan Alokasi dan Optimisme Distribusi
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah alokasi pupuk subsidi pada 2026 mengalami sedikit penurunan.
Penurunan tersebut disebabkan oleh penyesuaian terhadap Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk subsidi tahun 2026.
Meskipun demikian, Fajar Ahmad tetap optimistis bahwa distribusi pupuk subsidi akan berjalan lancar.
"Realisasi maupun distribusi pupuk bersubsidi di Provinsi Sumbar bisa dilakukan sesuai target dan tepat sasaran," ujar Fajar.
- Penulis :
- Arian Mesa







