
Pantau - Sebanyak 450 ton sampah berhasil diangkut dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, oleh personel gabungan pada Kamis, 8 Januari 2026, menyusul penumpukan signifikan selama musim buah.
Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah, menyampaikan bahwa sampah yang telah diangkut langsung dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
"Sebanyak sekitar 450 ton sampah sudah diangkut oleh personel gabungan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur," ungkapnya pada Jumat, 9 Januari 2026.
Saat ini, diperkirakan masih terdapat sisa 1.300 ton sampah yang belum terangkut dari lokasi pasar.
Armada dan Upaya Pengangkutan
Dari total 23 truk yang direncanakan beroperasi, hanya 20 armada yang bisa dikerahkan karena tiga truk mengalami kendala teknis.
"Rencana awal, ada 23 truk, tetapi yang beroperasi hanya 20 armada karena tiga mengalami kendala teknis," ujar Dwi.
Rincian armada yang dikerahkan meliputi 8 unit dari Satpel LH Kecamatan Kramat Jati, 8 unit dari Dinas LH DKI Jakarta, dan 4 unit dari Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air Dinas LH DKI Jakarta.
Seluruh armada melakukan total 31 rit pengangkutan, di mana sebagian truk mampu melakukan dua ritasi, sementara sebagian lainnya hanya satu ritasi karena antrean panjang di TPST Bantar Gebang.
Dwi menyebutkan bahwa kegiatan pengangkutan akan terus dilanjutkan dan ditargetkan rampung dalam beberapa hari ke depan.
"Masih tersisa sekitar 1.300 ton sampah. Kegiatan pembersihan dilanjutkan kembali hari ini dan ditargetkan rampung pada Minggu lusa," ucap Dwi.
Namun, ia mengingatkan bahwa cuaca ekstrem dapat memengaruhi proses pengangkutan.
"Apabila terjadi hujan deras yang disertai angin kencang dan petir, layanan pembuangan sampah di TPST Bantar Gebang akan dihentikan sementara hingga kondisi cuaca kembali normal," tutur Dwi.
Target Penanganan dan Penyebab Penumpukan
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur, Julius Monangta, menegaskan bahwa penanganan perbantuan ditargetkan selesai dalam waktu lima hari.
"Untuk mengatasi kondisi tersebut, Sudin LH Jakarta Timur menargetkan penanganan perbantuan dapat dituntaskan dalam lima hari ke depan," kata Julius.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan volume sampah ini dipicu oleh musim buah yang menyebabkan lonjakan timbulan sampah harian.
"Pada musim tertentu, timbulan sampah bisa mencapai hingga 220 ton per hari. Sementara kemampuan penanganan hanya sekitar 160 ton per hari. Artinya, terjadi akumulasi atau 'tabungan' sampah sekitar 60 ton setiap harinya," terang Julius.
Sebanyak 25 armada perbantuan dikerahkan secara intensif untuk mempercepat proses pengangkutan dan mencegah gangguan terhadap aktivitas pasar maupun lingkungan sekitarnya.
Dalam pelaksanaan perbantuan tersebut, Sudin LH Jakarta Timur menurunkan 23 pengemudi, 2 operator alat berat, dan 4 pengawas lapangan.
Adapun kendaraan yang digunakan meliputi 13 unit dump truck, 10 unit truk tronton, serta 2 unit shovel loader.
Pengangkutan sampah ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perusahaan.
- Penulis :
- Arian Mesa








