Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

OJK: Laporan Penipuan Menurun Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2026, Modus Belanja Daring Masih Dominan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

OJK: Laporan Penipuan Menurun Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2026, Modus Belanja Daring Masih Dominan
Foto: Ilustrasi scam atau penipuan (sumber: Pexels)

Pantau - Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi menyatakan tidak ada peningkatan laporan penipuan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Ia menyampaikan bahwa laporan penipuan justru lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.

"Tidak ada peningkatan laporan penipuan selama periode Nataru (Natal dan Tahun Baru) ini (dibandingkan tahun 2024), khususnya rentang waktu di minggu terakhir, 24 sampai dengan 31 Desember 2025", ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Friderica dalam konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Desember 2025 di Jakarta, pada hari Jumat.

Data Laporan Penipuan dan Pola Harian

Berdasarkan data OJK, hingga tanggal 30 November 2025 tercatat 373.129 laporan penipuan.

Jumlah tersebut meningkat menjadi 411 ribu laporan per 23 Desember 2025, menunjukkan adanya penambahan sekitar 37.900 laporan dalam rentang waktu tersebut, atau rata-rata 1.600 laporan per hari.

Sementara itu, hingga 31 Desember 2025, total laporan penipuan mencapai 418.462.

Dengan demikian, terdapat tambahan 7.407 laporan dalam periode 24 hingga 31 Desember 2025, dengan rata-rata 1.900 laporan per hari selama pekan terakhir tahun tersebut.

Modus Penipuan Masih Didominasi Belanja Daring dan SMS

Selama periode Natal dan Tahun Baru, modus penipuan tertinggi adalah terkait transaksi belanja secara daring.

Peningkatan modus ini seiring dengan maraknya iklan dan diskon tiket menjelang akhir tahun.

Selain itu, jenis penipuan lain yang banyak terjadi adalah fakecall dan penipuan melalui SMS.

"Salah satu contohnya berupa elektronik tilang yang banyak sekali melalui SMS, bahkan kami sendiri juga banyak menerima SMS-SMS penipuan yang saya yakin juga teman-teman juga mungkin banyak yang menerima. Itu juga mode baru yang kita lihat sangat marak di akhir tahun lalu", ia mengungkapkan.

Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan yang terus berkembang, khususnya menjelang momen libur panjang dan akhir tahun.

Penulis :
Arian Mesa