Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

ABK KM Prima Hasil Samudra Hilang Setelah Tercebur di Muara Baru, Pencarian Masih Berlangsung

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

ABK KM Prima Hasil Samudra Hilang Setelah Tercebur di Muara Baru, Pencarian Masih Berlangsung
Foto: (Sumber: Petugas gabungan mencari ABK Kapal KM Prima Hasil Samudra yang tenggelam di dermaga Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (9/1/2026). ANTARA/HO-Polsek Kawasan Muara Baru.)

Pantau - Seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Prima Hasil Samudra bernama Aria Wijaya dilaporkan hilang setelah tercebur ke laut di Kolam Dermaga Timur Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (9 Januari 2026) sore.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo mengungkapkan bahwa pencarian masih terus dilakukan hingga Sabtu pagi, namun korban belum berhasil ditemukan.

"Pencarian menggunakan perahu karet, dengan tiga tahapan metode pencarian, yaitu menggunakan visual, menggunakan jangkar dan melakukan penyelaman," ungkapnya saat memberikan keterangan di Jakarta pada Sabtu (10 Januari 2026).

Kronologi Kejadian

Peristiwa nahas ini pertama kali diketahui setelah seorang pengurus kapal, Susanto, datang melapor ke Polsek Kawasan Muara Baru pada Jumat sekitar pukul 16.30 WIB.

"Saksi melaporkan bahwa pada pukul 14.30 WIB, ada seorang ABK (Anak Buah Kapal) KM Prima Hasil Samudra bernama Ari Wijaya terjatuh di Kolam Dermaga Timur Pelabuhan Muara Baru dan masih belum ditemukan," ujarnya.

Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kawasan Muara Baru langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian secara visual, namun belum menemukan korban.

Selanjutnya, petugas berkoordinasi dengan Pos Pol Air Polda Metro Jaya di Gedung Pompa Muara Baru untuk memperluas upaya pencarian.

Pencarian menggunakan metode penyelaman baru bisa dilakukan pada pagi hingga sore hari, sehingga operasi sempat dihentikan pada Jumat malam dan dilanjutkan kembali pada Sabtu pagi.

Keterangan Saksi dan Dugaan Penyebab

Kanit Reskrim Polsek Kawasan Muara Baru, Ipda Fauzi Widi Pratma menjelaskan bahwa sebelum tercebur, korban berniat untuk mandi di bagian haluan depan kapal.

Berdasarkan penuturan Susanto, korban sebelumnya bangun tidur di kamar nakhoda lantai dua dan dihubungi oleh kepala mesin.

Korban kemudian turun melalui tangga sebelah kiri dan menuju haluan depan kapal, lalu membuka baju dan membuka tutup palka penampungan air bersih.

Diduga saat proses itu berlangsung, korban terpeleset dan jatuh ke laut.

Saksi mata yang melihat kejadian tersebut sempat berusaha menolong dengan melemparkan tali yang terikat di haluan depan ke arah korban.

"Namun korban sudah masuk ke dalam air dan tidak tertolong," jelasnya.

Upaya Pencarian Masih Dilanjutkan

Pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Kawasan Muara Baru, Basarnas, dan Bakamla.

Hingga Sabtu pagi (10 Januari 2026), korban masih belum ditemukan dan operasi pencarian terus dilanjutkan di sekitar lokasi kejadian.

Penulis :
Aditya Yohan