
Pantau - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp846,61 miliar untuk pelaksanaan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) akibat banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025.
Permohonan anggaran tersebut telah disampaikan dalam rapat koordinasi finalisasi dokumen R3P di Aula Gubernuran Sumbar pada Kamis (8/1), sebagaimana disampaikan oleh Bupati Pasaman Barat, Yulianto, pada Sabtu di Simpang Empat.
"Kebutuhan anggaran itu telah kita sampaikan saat rapat koordinasi finalisasi dokumen R3P di Aula Gubernuran Sumbar pada Kamis (8/1)," ungkapnya.
Dampak Bencana dan Estimasi Kerugian
Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Pasaman Barat menyebabkan lima orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya dilaporkan hilang.
Kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum akibat bencana meliputi 83 rumah rusak, 17 ruas jalan rusak, 15 jembatan rusak, serta 16 sekolah terdampak.
Selain itu, lahan pertanian seluas 603,39 hektare juga ikut terdampak, bersama dengan satu pasar, tujuh kios, 23 tempat ibadah, dan tiga fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan.
Estimasi nilai kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan mencakup lima sektor, yaitu sektor perumahan sebesar Rp6,85 miliar, sektor infrastruktur sebesar Rp673,24 miliar, sektor ekonomi Rp51,36 miliar, sektor sosial Rp2,5 miliar, dan lintas sektor sebesar Rp669 juta.
Komitmen Pemkab dan Rincian Anggaran R3P
Bupati Yulianto menyatakan komitmennya dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat dan provinsi untuk percepatan pemulihan pascabencana.
"Pemkab Pasaman Barat berkomitmen mendukung kebijakan penanganan pascabencana. Rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya memulihkan fisik, tetapi juga harus dibarengi penguatan mitigasi untuk menekan risiko bencana ke depan," ia mengungkapkan.
Adapun estimasi kebutuhan anggaran untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi mencakup:
- Sektor perumahan: Rp5,73 miliar
- Sektor infrastruktur: Rp680,87 miliar
- Sektor ekonomi: Rp23,54 miliar
- Sektor sosial: Rp2,59 miliar
- Lintas sektor: Rp133,86 miliar
"Total kebutuhan anggaran secara keseluruhan mencapai Rp846.610.176.339,42," tegas Yulianto.
- Penulis :
- Shila Glorya








