
Pantau - Seorang kakek berusia 80 tahun bernama Suminto, penarik becak asal Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menerima bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto.
"Perasan kulo seneng. Matur nuwun, Alhamdulillahi rabbil alamin," ungkap Suminto dengan penuh haru saat menerima bantuan tersebut.
"Mugo sehat, seger, waras. Sehat terus Pak Prabowo," tambahnya.
Ia menyampaikan rasa syukur dan bahagia dalam acara penyaluran becak listrik oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang digelar di Pendopo Kabupaten Tulungagung, Sabtu (10 Januari 2026).
Harapan Baru di Usia Senja
Suminto menuturkan bahwa dirinya telah bekerja sebagai penarik becak sejak usia muda dan tetap bekerja hingga usia 80 tahun meski kondisi fisik semakin melemah.
Bantuan becak listrik memberikan harapan baru agar ia tetap bisa bekerja tanpa harus mengayuh secara manual.
Dengan becak listrik, Suminto kini hanya perlu menarik tuas gas untuk mengoperasikan becaknya, sehingga pekerjaan menjadi jauh lebih ringan.
Sebanyak 200 unit becak listrik disalurkan kepada para penarik becak lansia di Kabupaten Tulungagung dalam program tersebut.
Program ini merupakan bentuk kepedulian dari Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat lanjut usia yang masih bekerja menopang kehidupan keluarga.
Tujuan program adalah untuk meringankan beban kerja lansia agar tetap dapat beraktivitas dengan lebih aman, nyaman, dan manusiawi.
Akan Diperluas Secara Nasional
Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik S. Deyang, menyatakan bahwa Provinsi Jawa Timur menjadi prioritas utama dalam penyaluran tahap awal program becak listrik.
Selanjutnya, program ini akan diperluas ke wilayah lain di luar Pulau Jawa.
Yayasan GSN menargetkan distribusi sebanyak 82.000 unit becak listrik secara nasional.
Seluruh unit becak listrik yang disalurkan diproduksi oleh PT Pindad, pabrikan dalam negeri yang juga memproduksi kendaraan Maung yang digunakan oleh Presiden Prabowo.
Selain PT Pindad, proses produksi juga melibatkan PT LEN, sebagai bagian dari kolaborasi industri nasional.
- Penulis :
- Gerry Eka







