
Pantau - Dewan Perwakilan Rakyat berharap bantuan perangkat digital dari kerja sama Indonesia dan Korea Selatan melalui program Korea e-Learning Improvement Cooperation KLIC LEADer dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Harapan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih usai meninjau langsung penyaluran dan pemanfaatan bantuan perangkat digital di sejumlah sekolah di Kabupaten dan Kota Tegal.
Dorong Pembelajaran Adaptif dan Berkelanjutan
Abdul Fikri Faqih berharap bantuan perangkat digital tersebut mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran agar lebih adaptif dengan perkembangan zaman.
"Fasilitas sudah siap, kompetensi guru sudah teruji. Kini, saatnya kita pacu kualitas pembelajaran siswa agar makin adaptif dengan zaman. Semoga di bawah naungan Kemendikdasmen, sinergi strategis semacam ini terus berlanjut demi kualitas pendidikan kita," ungkap Abdul Fikri Faqih.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka kegiatan masa reses Desember 2025 hingga Januari 2026.
Bantuan perangkat digital yang disalurkan berupa laptop, televisi, dan tablet.
Sekolah penerima bantuan antara lain SMPN 2 Slawi, SMP Pangeran Diponegoro Balapulang, dan SMPN 1 Kota Tegal.
Abdul Fikri Faqih menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan realisasi dari program KLIC LEADer.
"Bantuan ini merupakan realisasi dari program KLIC LEADer. Program yang merupakan sinergi strategis antara Kementerian Pendidikan Korea, Institute of APEC Collaborative Education IACE, dan Kemendikbudristek kala itu tahun 2024, yang sekarang menjadi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kemediktisaintek," ungkapnya.
Ia memastikan bantuan hasil kerja sama Indonesia dan Korea Selatan tersebut benar-benar dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di Tegal.
Dampak Program dan Respons Pendidik
Abdul Fikri Faqih menegaskan bahwa kunjungannya ke daerah pemilihan tidak hanya bersifat seremoni serah terima barang.
Ia menyebut tujuan kunjungannya adalah melihat secara langsung dampak nyata program di lapangan.
Kunjungan tersebut juga menjadi ajang reuni dengan para kepala sekolah dan guru yang sebelumnya mengikuti pelatihan digitalisasi pendidikan secara intensif di Yongsan, Seoul, Korea Selatan pada Juni 2024.
Menurutnya, integrasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan dukungan perangkat keras yang memadai merupakan kunci keberhasilan transformasi pendidikan.
Legislator dari daerah pemilihan IX Jawa Tengah itu berharap fasilitas digital tidak hanya menjadi pajangan inventaris sekolah.
Ia berharap fasilitas tersebut menjadi jembatan bagi siswa untuk menjangkau wawasan global dan masa depan yang lebih cerah.
"Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh pihak sekolah penerima," ungkap Abdul Fikri Faqih.
Salah satu guru SMP Pangeran Diponegoro Balapulang, Citra Resmi Evita Dewi, menyampaikan rasa syukur atas sinergi program pelatihan dan bantuan sarana yang diterima sekolahnya.
Citra mengungkapkan bahwa ia mendapat kesempatan mengikuti program KLIC secara langsung di Korea Selatan.
Ia mengakui bahwa kehadiran perangkat pendukung seperti laptop dan tablet sangat membantu dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh.
"Bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah kami," ungkap Citra Resmi Evita Dewi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







