Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia, Swasembada Nasional Kembali Terwujud

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia, Swasembada Nasional Kembali Terwujud
Foto: (Sumber: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan paparan dalam acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan nasional 2025 di Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/app/foc..

Pantau - Indonesia mencatat capaian penting dalam upaya menuju lumbung pangan dunia setelah berhasil mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan global.

Sejarah dan Visi Swasembada Pangan

Pertanian nasional tidak hanya berdampak bagi kesejahteraan rakyat Indonesia, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan dunia.

Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno pernah menegaskan pentingnya pangan bagi keberlangsungan bangsa.

"Urusan pangan adalah hidup matinya sebuah bangsa," ungkap Presiden Soekarno.

Pernyataan tersebut disampaikan saat peletakan batu pertama pembangunan gedung Fakultas Pertanian Universitas Indonesia yang kemudian berkembang menjadi Institut Pertanian Bogor sekitar 72 tahun lalu di Bogor, Jawa Barat.

Ikhtiar swasembada pangan yang dirintis sejak masa awal kemerdekaan kini kembali terwujud dalam capaian nasional saat ini.

Indonesia tercatat berhasil mencapai swasembada pangan berkelanjutan yang mengulang sejarah swasembada beras pada 1984 dan 2019.

Capaian Produksi dan Arah Kebijakan Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan capaian produksi pangan nasional pada 7 Januari 2026 di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Produksi beras nasional per Desember 2025 tercatat mencapai 34,71 juta ton atau surplus sekitar 4 juta ton dibandingkan kebutuhan nasional.

Angka tersebut mendekati proyeksi Food and Agriculture Organization yang memperkirakan produksi beras Indonesia mencapai 35,6 juta ton.

United States Department of Agriculture menempatkan Indonesia sebagai negara dengan peningkatan produksi beras tertinggi di Asia Tenggara, melampaui Vietnam, Thailand, Filipina, Kamboja, Laos, dan Malaysia.

Sepanjang tahun 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi maupun jagung pakan.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Amran Sulaiman menyampaikan bahwa cadangan beras nasional tahun 2026 melampaui capaian swasembada beras pada 1984.

Cadangan beras pada era Presiden Soeharto pada 1984 tercatat berkisar 2 juta ton.

Produksi beras nasional saat ini juga melampaui capaian pada era Presiden Joko Widodo yang pada 2019 mencapai 31,3 juta ton dan setara dengan produksi 2020 serta 2021.

Presiden Prabowo mengakui capaian swasembada pangan tercapai lebih cepat dari target awal pemerintah.

"Saya yakin, paling lambat 4 sampai 5 tahun kita akan swasembada pangan. Bahkan kita siap menjadi lumbung pangan dunia," ungkap Presiden Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato perdana Presiden Prabowo setelah dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2024 hingga 2029.

Swasembada pangan ditetapkan sebagai pilar utama Asta Cita Pemerintah yang sejajar dengan program Makan Bergizi Gratis.

Pilar pembangunan lainnya meliputi ketahanan energi berbasis biofuel serta hilirisasi industri nasional.

Penulis :
Aditya Yohan