Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemenkes Fokus Tangani Penyakit Pascabanjir di Aceh Tamiang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenkes Fokus Tangani Penyakit Pascabanjir di Aceh Tamiang
Foto: (Sumber: Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan memberikan layanan kesehatan bagi warga Desa Sekumur, Sekerak, Aceh Tamiang. ANTARA/HO - Kementerian Kesehatan (Kemenkes).)

Pantau - Kementerian Kesehatan menindaklanjuti penyakit pascabanjir yang mendominasi wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, dengan memberikan perhatian khusus pada kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas, diare, dan infeksi kulit.

Penyakit Pascabanjir Dominasi Pengungsian

Dokter relawan Tim Tenaga Cadangan Kesehatan Kementerian Kesehatan dr. Yulia Dewi Irawati menyampaikan bahwa kondisi lingkungan pascabanjir masih belum optimal dari sisi sanitasi sehingga memicu meningkatnya kasus penyakit.

Ia menjelaskan kepadatan di lokasi pengungsian turut berkontribusi terhadap penyebaran penyakit yang banyak ditemukan pada warga terdampak banjir.

Tim relawan juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan yang meliputi bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa, serta pasien penyakit tidak menular.

Pasien dengan penyakit tidak menular seperti hipertensi, jantung, stroke, dan asma dipastikan tetap mendapatkan pengobatan untuk mencegah perburukan kondisi kesehatan di tengah situasi darurat.

Selain pelayanan medis, relawan memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepada masyarakat serta melakukan pemantauan sanitasi lingkungan.

Upaya pencegahan gangguan kesehatan jiwa pascabencana juga dilakukan sebagai bagian dari pencegahan krisis kesehatan lanjutan.

Fasilitas Kesehatan Terganggu Pascabanjir

Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang berdampak serius terhadap layanan kesehatan masyarakat, terutama di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak.

Fasilitas kesehatan tingkat desa dilaporkan belum dapat beroperasi secara normal akibat kerusakan bangunan dan hilangnya alat-alat kesehatan.

Beberapa alat kesehatan yang hanyut antara lain tempat tidur pasien, oksigen, dan infus.

Bidan Puskesmas Pembantu Desa Sekumur menyampaikan harapan agar pelayanan kesehatan segera mendapat perhatian sehingga dapat kembali berjalan optimal.

Untuk memperkuat respons krisis kesehatan, Kementerian Kesehatan mengirimkan Tim Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan Batch II ke wilayah terdampak banjir.

Tim relawan menjangkau desa-desa dengan akses terbatas dan memberikan pelayanan kesehatan di posko serta langsung ke masyarakat.

Pelayanan difokuskan kepada warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan akibat keterbatasan transportasi dan kondisi geografis.

Relawan juga berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat untuk mendukung pemulihan layanan kesehatan dasar.

Kementerian Kesehatan memastikan penanganan krisis kesehatan pascabanjir dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan hingga fasilitas kesehatan pulih dan masyarakat kembali memperoleh layanan kesehatan secara optimal.

Penulis :
Ahmad Yusuf