Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Usman Husin Apresiasi Kementan Bongkar 133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal di Semarang, Desak Pengusutan Tuntas

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Usman Husin Apresiasi Kementan Bongkar 133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal di Semarang, Desak Pengusutan Tuntas
Foto: Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin (sumber: DPR RI)

Pantau - Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, mengapresiasi langkah tegas Kementerian Pertanian (Kementan) dalam membongkar upaya penyelundupan 133,5 ton bawang bombay ilegal di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

Kementan Sita 133,5 Ton Bawang Ilegal Tanpa Dokumen dan Karantina

Kementan menyita bawang bombay ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia tanpa dokumen resmi dan tidak melalui proses karantina sesuai regulasi nasional.

Langkah ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi petani lokal dari dampak kerugian akibat masuknya komoditas asing secara ilegal.

"Pembongkaran penyelundupan bawang bombay ini patut diapresiasi. Negara harus hadir melindungi petani. Jika bawang bombay ilegal dibiarkan masuk, petani kita yang akan paling dirugikan karena kalah harga di pasar," ungkap Usman Husin.

Ia menegaskan bahwa penyelundupan produk pangan seperti ini harus dipandang serius karena dapat mematikan usaha petani kecil di tengah tantangan biaya produksi yang tinggi dan cuaca ekstrem.

Legislator Desak Pengusutan Sindikat Penyelundupan

Usman Husin mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas jaringan di balik penyelundupan tersebut.

"Penyelundupan ini tidak boleh dianggap remeh. Saya mendukung Kementan membongkar sindikat ini sampai ke akar-akarnya agar tidak menjadi pintu masuk bagi penyelundupan komoditas pangan lainnya," ia mengungkapkan.

Selain merugikan ekonomi, ia juga menyoroti potensi bahaya kesehatan dari produk pangan ilegal yang tidak melalui proses karantina.

"Kita tidak pernah tahu asal-usul dan keamanan bawang ilegal tersebut. Ini berbahaya bagi pertanian dan kesehatan masyarakat. Keamanan pangan harus menjadi prioritas negara," tegas legislator asal Nusa Tenggara Timur tersebut.

Ia meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk impor dan memastikan proses distribusi pangan berjalan transparan.

Harapannya, pasar domestik bisa memberi ruang yang adil bagi produk lokal sehingga petani bawang dapat mencapai kesejahteraan.

"Para petani bawang harus untung dan sejahtera. Negara tidak boleh kalah oleh praktik-praktik ilegal yang merusak pasar dan mematikan usaha petani kecil," tutup Usman.

Penulis :
Arian Mesa