
Pantau - Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur mengerahkan ratusan truk untuk mengangkut sampah di Pasar Induk Kramat Jati guna memaksimalkan proses pengangkutan dan menekan penumpukan sampah yang sempat menggunung.
Ratusan Armada Dikerahkan Atasi Lonjakan Sampah
Kepala Satuan Pelaksana Sudin LH Kecamatan Kramat Jati Dwi Firmansyah menyampaikan bahwa hampir 168 kendaraan telah dikerahkan untuk mengangkut sampah di Pasar Induk Kramat Jati.
Sudin LH Jakarta Timur memastikan pengangkutan sampah terus dimaksimalkan setelah sejumlah armada selesai menjalani perbaikan dan pemeliharaan.
Pasar Induk Kramat Jati setiap hari menghasilkan timbulan sampah sangat besar yakni sekitar 180 hingga 200 ton per hari.
Timbulan sampah tersebut didominasi oleh sampah organik yang mudah membusuk.
Pengangkutan sampah selama ini dilakukan rutin setiap hari tanpa libur.
Keterbatasan armada menjadi kendala terutama saat sejumlah kendaraan masuk masa perbaikan pada akhir November hingga Desember.
Dwi menjelaskan lima kendaraan yang biasanya diprioritaskan ke Pasar Induk Kramat Jati harus menjalani perbaikan sehingga kendaraan yang beroperasi hanya enam hingga tujuh unit.
Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan angkut tidak sebanding dengan jumlah timbulan sampah.
Defisit pengangkutan pun meningkat hingga empat sampai enam kendaraan per hari.
Upaya perbantuan dari wilayah lain belum optimal karena satuan pelaksana di wilayah lain juga mengalami kendala armada.
Pengangkutan Intensif Tekan Bau dan Timbunan Lama
Sudin LH Jakarta Timur tetap berupaya mengendalikan kondisi dengan berbagai skema pengangkutan.
Skema tersebut meliputi pengangkutan dua rit serta penataan ulang armada yang tersedia.
Setelah kendaraan selesai perbaikan dan pemeliharaan pengangkutan kembali dapat dimaksimalkan.
Pengerahan armada secara masif dilakukan sebagai bagian dari percepatan pengangkutan agar kondisi pasar kembali bersih dan terkendali.
Sudin LH Kecamatan Kramat Jati memprioritaskan pengangkutan sampah lama untuk menekan bau menyengat yang berpotensi menimbulkan keluhan warga.
Sampah lama memiliki tingkat pembusukan lebih tinggi dibandingkan sampah baru sehingga menjadi sumber utama bau tidak sedap.
Dalam proses pengangkutan petugas menghadapi kendala teknis karena kondisi sampah bercampur dan basah.
Timbunan sampah yang padat menyulitkan pengambilan menggunakan sekop karena material harus dicongkel terlebih dahulu.
Tumpukan sampah lama berkurang signifikan setelah dilakukan pengangkutan intensif selama lima hari terakhir.
Penanganan masif dilakukan dengan mengerahkan ratusan armada truk menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang.
Hampir seluruh sampah lama yang sempat menggunung telah diangkut.
Hingga hari kelima penanganan sekitar 168 truk dikerahkan dengan total volume mendekati 2.000 ton.
Pada Senin 12 Januari Sudin LH Jakarta Timur kembali memploting 36 kendaraan.
Target pengangkutan tambahan berkisar 350 hingga 500 ton.
Dengan skema dua rit total sampah yang dapat diangkut diproyeksikan lebih dari 2.300 ton.
Pengurangan tumpukan sampah berdampak pada berkurangnya bau menyengat yang sebelumnya dikeluhkan warga.
Sudin LH Jakarta Timur menargetkan penanganan lonjakan sampah dapat dituntaskan dalam waktu lima hari.
Lonjakan sampah dipicu peningkatan volume selama musim buah.
Sebanyak 25 armada perbantuan dikerahkan untuk penanganan sampah secara intensif.
Armada pengangkut diprioritaskan melakukan dua rit per hari menuju TPST Bantargebang.
Dalam pelaksanaan perbantuan dikerahkan 23 pengemudi, dua operator alat berat, dan empat pengawas lapangan.
Proses pengangkutan melibatkan 13 dump truck, 10 tronton, dan dua shovel loader.
Pengangkutan intensif dilakukan sesuai Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.
Pengangkutan juga mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perusahaan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







