Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BPH Migas Gandeng PEM Akamigas Cetak Generasi Muda untuk Swasembada Energi Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

BPH Migas Gandeng PEM Akamigas Cetak Generasi Muda untuk Swasembada Energi Nasional
Foto: Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menjadi pembicara pada kegiatan One Day With Experts di PEM Akamigas Cepu, Jawa Tengah, Senin 12/1/2026 (sumber: Humas BPH Migas)

Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menjalin kolaborasi strategis dengan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu, Jawa Tengah, guna menyiapkan sumber daya manusia unggul di sektor minyak dan gas bumi (migas) demi mendukung program swasembada energi nasional.

Kerja sama ini ditegaskan oleh Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, saat menjadi pembicara dalam kegiatan One Day With Experts di PEM Akamigas pada Senin, 12 Januari 2026, yang dihadiri oleh sekitar 1.290 mahasiswa dari berbagai program studi.

"Dari sisi pembelajaran, keteknikan PEM Akamigas sangat kuat, prakteknya sangat istimewa, fasilitas juga sangat bagus. Ini memberikan kesempatan belajar yang sangat optimal," ungkap Wahyudi.

Pembekalan Sejak Dini untuk Kemandirian Energi

Wahyudi menyampaikan pentingnya menyiapkan calon akademisi dan praktisi migas sejak dari bangku pendidikan agar mampu mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Menurutnya, sistem pembelajaran di PEM Akamigas telah didukung oleh pengalaman langsung dalam bidang kilang, instrumentasi, logistik, hingga pengolahan migas.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya merupakan alumni Program Studi Teknologi Gas PEM Akamigas, dan menyatakan bahwa pendidikan yang ia terima menjadi landasan kuat dalam menjalani karier di sektor energi.

Wahyudi memulai karier di PT PGN Tbk, dan menekankan bahwa kombinasi antara ilmu, dedikasi, loyalitas, serta integritas menjadi fondasi penting dalam perjalanannya hingga kini menjabat sebagai Kepala BPH Migas.

"Kami mengajak adik-adik di PEM Akamigas menjadi generasi penerus yang bisa membantu program pemerintah dan nantinya menyiapkan kaderisasi pegawai maupun calon pegawai dalam kegiatan usaha migas," tegasnya.

Saat ini, PEM Akamigas memiliki lima program studi sarjana terapan, yaitu Teknik Produksi Migas, Teknik Pengolahan Migas, Teknik Mesin Kilang, Teknik Instrumentasi Kilang, dan Logistik Migas.

Rata-rata lulusan PEM Akamigas sebanyak 400 orang per tahun, dengan lebih dari 90 persen lulusannya langsung terserap oleh industri migas.

Kolaborasi Dunia Pendidikan dan Industri

Direktur PEM Akamigas, Erdila Indriani, menyambut baik kolaborasi ini dan menyatakan bahwa kehadiran Wahyudi sebagai alumnus yang kini menjabat Kepala BPH Migas merupakan kebanggaan bagi institusi.

"Hal ini menjadi bukti nyata, cerita sukses dan keberhasilan di industri migas, yang mana Bapak Wahyudi tidak hanya menjadi pegawai industri migas, tetapi turut menduduki level tertinggi salah satu lembaga di sektor energi dan sumber daya mineral," ungkap Erdila.

Ia menambahkan bahwa sistem pembelajaran di PEM Akamigas tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga melibatkan praktikum di laboratorium, workshop, serta magang di industri migas.

"Oleh karenanya, fungsi dan peran dari BPH Migas sangat penting, seperti memberikan kesempatan kepada kami menyelaraskan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri migas. Tentu, ini menjadi harapan besar bagi kami, BPH Migas dapat menjadi support system dari kegiatan pendidikan di PEM Akamigas," jelasnya.

Mahasiswa Program Studi Teknik Produksi Migas, Franchy Luthfan, mengaku terinspirasi oleh kegiatan ini.

"Terima kasih kepada Kepala BPH Migas yang telah memberikan semangat kepada kami. Tidak hanya materi, tetapi juga kunci bagaimana meraih kesuksesan di masa depan," ujarnya.

Wahyudi menegaskan bahwa keberagaman latar belakang mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia merupakan kekuatan penting dalam memperkuat tata kelola sektor migas nasional.

Ia berharap mahasiswa PEM Akamigas dapat menjadi motor penggerak dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi impor minyak bumi dan memastikan subsidi serta kompensasi bahan bakar minyak (BBM) tepat sasaran.

Penulis :
Shila Glorya