Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Menekraf Sebut KEK ETKI Berperan Tarik Investasi Kreatif dan Ciptakan Lapangan Kerja

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menekraf Sebut KEK ETKI Berperan Tarik Investasi Kreatif dan Ciptakan Lapangan Kerja
Foto: (Sumber: Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, meninjau langsung Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) di Banten, Selasa (13/1/2026). ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif.)

Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi Teknologi dan Kesehatan Internasional atau KEK ETKI di Banten memiliki daya tarik tinggi dalam menarik investasi kreatif berbasis pengembangan talenta dan penciptaan lapangan kerja.

Pernyataan tersebut disampaikan Teuku Riefky Harsya dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta pada Rabu terkait kunjungannya ke KEK ETKI.

Ia menegaskan keberlanjutan investasi dan dukungan pemerintah sebelumnya menjadi kunci penguatan kawasan ekonomi khusus tersebut.

“Apa yang sudah diinvestasikan, direncanakan, dan diberikan dari perpres atau dukungan Pemerintah sebelumnya harus bisa berlanjut. Kementerian Ekraf sangat mengapresiasi KEK ETKI yang melihat bagaimana ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional dimulai dari daerah, sebab negara-negara yang ekonomi kreatifnya maju di dunia tentu punya akar budaya yang kuat,” ungkapnya.

KEK ETKI sebagai Digital Hub dan Inkubator Inovasi

KEK ETKI berlokasi di kawasan D-HUB Special Economic Zone BSD City dan ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024.

Kawasan ini difokuskan sebagai pusat digital atau digital hub sekaligus inkubator perusahaan rintisan.

Di dalam KEK ETKI terdapat Biomedical Campus, fasilitas co-production, serta inkubator Intellectual Property atau IP.

Teuku Riefky Harsya menekankan KEK ETKI menawarkan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal untuk menarik investor.

Ia menyebut ekosistem dengan lapangan kerja berkualitas, layanan kesehatan, serta pendidikan kelas dunia yang terjangkau menjadi fondasi utama kawasan tersebut.

Pertumbuhan industri kreatif juga disebut sebagai pilar pendukung pengembangan KEK ETKI.

Kontribusi Ekonomi Kreatif dan Dukungan Investor

Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa 17 subsektor ekonomi kreatif menyumbang sembilan persen dari total realisasi investasi nasional tahun 2025.

“17 subsektor ekraf mencapai 9 persen dari total realisasi investasi nasional untuk 2025. Ini menunjukkan sumber daya manusia di Indonesia sudah siap dan mampu membentuk ekosistem sehingga membuat iklim investasi semakin menarik. Maka diperlukan penguatan aktivasi KEK ETKI sehingga investasi bisa segera masuk ke daerah dan talenta ekraf bisa lebih produktif,” katanya.

Sinar Mas Land sebagai pengelola KEK ETKI Banten menyambut baik kunjungan jajaran Kementerian Ekraf.

Managing Director President Office Sinar Mas Land Dony Martadisata menyatakan kawasan terintegrasi D-HUB SEZ BSD City fokus pada empat sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, pengembangan teknologi, dan industri kreatif.

D-HUB SEZ memiliki luas sekitar 60 hektare dan menawarkan berbagai kemudahan investasi bagi investor lokal maupun global.

Insentif yang ditawarkan meliputi tax holiday, tax allowance, pembebasan PPN, bea masuk, cukai, serta insentif nonfiskal seperti penyederhanaan perizinan dan kemudahan imigrasi.

“Dengan dukungan infrastruktur kelas dunia dan konektivitas bisnis global, D-HUB SEZ menghadirkan akses terhadap teknologi, talenta, serta kesempatan kolaborasi dengan jaringan internasional yang sangat dibutuhkan untuk mendorong perekonomian industri kreatif nasional. Semoga kunjungan kerja hari ini semakin memperkuat kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam memajukan ekonomi kreatif Indonesia,” ungkap Dony Martadisata.

Penulis :
Aditya Yohan