Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Bandung Relokasi UMKM dan Bersihkan Area Teras Cihampelas Jelang Pembongkaran

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemkot Bandung Relokasi UMKM dan Bersihkan Area Teras Cihampelas Jelang Pembongkaran
Foto: Situasi dari kios-kios pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tutup di are Teras Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu 14/1/2026 (sumber: ANTARA/Rubby Jovan)

Pantau - Pemerintah Kota Bandung mulai merelokasi sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak rencana pembongkaran Teras Cihampelas guna menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi mereka.

Relokasi UMKM ke Area yang Disiapkan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa akses ke bagian atas Teras Cihampelas telah resmi ditutup dan seluruh pelaku UMKM yang sebelumnya berjualan di atas diarahkan untuk berpindah ke bagian bawah.

"UMKM di atas kita arahkan ke bawah. Bukan ke trotoar, tapi ke tempat khusus yang kita siapkan," ungkapnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan para pelaku usaha tetap memiliki ruang berjualan yang aman dan tertata menjelang proses pembongkaran kawasan tersebut.

Selain relokasi, Pemkot Bandung juga melakukan pembersihan area pedestrian, termasuk tiang-tiang dan fasilitas penerangan yang ada.

Semua lampu pedestrian dipastikan kembali menyala agar area atas maupun bawah tetap aman dilalui masyarakat.

Pembongkaran Akan Dibiayai Pemprov Jabar

Seluruh proses pembongkaran Teras Cihampelas nantinya akan dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat setelah izin pembongkaran diterbitkan oleh Pemkot Bandung.

"Itu permintaan dari Pak Dedi Mulyadi. Pak Dedi bilang yang paling penting saya memperjuangkan izinnya. Nanti izinnya diserahkan kepada Pemprov dan Pemprov yang akan membongkar semuanya," jelas Farhan.

Farhan juga menambahkan bahwa proses pembongkaran sepenuhnya akan ditangani oleh pihak provinsi.

"Pokoknya begitu dapat izin pembongkaran, maka kita serahkan kepada provinsi. Semuanya akan dibongkar," ia mengungkapkan.

Namun demikian, ia mengaku belum mengetahui secara pasti nilai anggaran maupun waktu pelaksanaan pembongkaran.

"Belum tahu nilainya berapa dan kapan mulai dibongkar. Yang penting izinnya dulu," kata Farhan.

Penulis :
Shila Glorya