Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Revitalisasi Pasar di Jakarta Harus Selesaikan Masalah Pasar Tumpah dan Optimalkan Aset

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Revitalisasi Pasar di Jakarta Harus Selesaikan Masalah Pasar Tumpah dan Optimalkan Aset
Foto: (Sumber: Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta Ismail memberi keterangan kepada awak media di Jakarta. ANTARA/Khaerul Izan..)

Pantau - Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ismail, meminta agar program revitalisasi pasar rakyat di Jakarta tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi mampu menyentuh persoalan mendasar yang selama ini dikeluhkan oleh pedagang dan masyarakat.

Salah satu persoalan utama yang disorot adalah keberadaan pasar tumpah yang dinilai mengganggu aktivitas pedagang resmi di dalam pasar serta merugikan pengguna jalan.

Pasar Tumpah Rugikan Pedagang dan Masyarakat

Ismail menjelaskan bahwa pedagang dalam kios sering kali mengeluhkan sepinya pembeli karena kehadiran pasar tumpah yang berada di luar area pasar resmi.

Kondisi ini menyebabkan calon pembeli sudah berhenti bertransaksi di luar sebelum masuk ke dalam pasar.

“Pasar tumpah ini mencegat pembeli sebelum masuk ke dalam, sehingga merugikan pedagang yang sudah menyewa kios secara resmi,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat umum sebagai pengguna jalan juga terdampak akibat kemacetan yang disebabkan oleh pasar tumpah.

Menurutnya, revitalisasi harus dijalankan dengan keseriusan dan bukan sekadar program formalitas.

Revitalisasi Harus Jadi Strategi Pengembangan Kawasan

Ismail menyatakan bahwa DPRD tidak menolak program revitalisasi pasar, namun perlu dilakukan secara optimal sebagai bagian dari strategi monetisasi aset.

Ia menilai, Perumda Pasar Jaya harus mulai diarahkan untuk mengembangkan kawasan secara menyeluruh, bukan hanya membangun ulang pasar secara fisik.

“Mengingat mahalnya lahan di Jakarta, aset-aset Pasar Jaya yang berada di lokasi strategis atau kawasan transit-oriented development (TOD) sebaiknya dikembangkan dengan konsep mixed use,” ujarnya.

Dengan konsep mixed use, satu kawasan bisa mencakup pasar, perkantoran, ruang publik, hingga fasilitas lainnya yang saling menunjang dan meningkatkan nilai ekonomis aset.

Selain pengembangan kawasan, Ismail juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas fasilitas pasar.

Menurutnya, fasilitas yang nyaman dapat menarik minat masyarakat untuk datang.

“Contohnya, orang yang awalnya hanya berniat menggunakan toilet bisa saja akhirnya ikut berbelanja,” tambahnya.

Ismail menyimpulkan bahwa keberhasilan revitalisasi pasar sangat bergantung pada keterpaduan antara pengembangan kawasan, pengelolaan aset, dan penataan aktivitas di sekitar pasar.

Penulis :
Aditya Yohan