
Pantau - Jumlah kematian dalam tahanan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) sepanjang tahun 2025 mencapai 32 orang, angka tertinggi dalam dua dekade terakhir menurut laporan The Guardian.
Korban tewas mencakup pendatang baru pencari suaka hingga individu yang telah lama tinggal di Amerika Serikat, termasuk mereka yang datang sejak masa kanak-kanak.
Sebagian korban ditangkap karena tuduhan kriminal atau setelah menjalani hukuman pidana, sementara lainnya ditahan dalam operasi penggerebekan massal oleh ICE.
Penyebab Kematian dan Dugaan Kelalaian Medis
Laporan menyebutkan penyebab kematian para tahanan bervariasi, mulai dari kejang-kejang, gagal jantung, stroke, gagal pernapasan, tuberkulosis, hingga kasus bunuh diri.
Dalam sejumlah kasus, keluarga dan pengacara korban menduga adanya kelalaian serta penolakan berulang terhadap perawatan medis yang dinilai berkontribusi terhadap kematian para tahanan.
Media lokal, mengutip siaran pers ICE, juga melaporkan bahwa beberapa kematian kembali terjadi di dalam tahanan pada hari-hari awal tahun 2026.
Lonjakan Tahanan Seiring Kebijakan Penahanan Massal
Lonjakan tajam angka kematian ini terjadi seiring kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang mendorong penahanan imigran dalam jumlah terbesar sepanjang sejarah.
Data ICE mencatat bahwa pada akhir Desember 2025 terdapat lebih dari 68.000 orang dewasa yang ditahan, meningkat drastis dibandingkan sekitar 36.000 orang pada Desember 2023.
Kondisi ini memicu sorotan tajam terhadap kapasitas fasilitas, kualitas layanan kesehatan, serta dampak kebijakan penegakan imigrasi terhadap keselamatan para tahanan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








