Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Ombudsman RI Apresiasi Potensi Biomassa, Namun Soroti Tantangan dalam Implementasi Program

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ombudsman RI Apresiasi Potensi Biomassa, Namun Soroti Tantangan dalam Implementasi Program
Foto: (Sumber: Tangkapan layar - Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih dalam Program Pemanfaatan Biomassa dalam Penyampaian Kajian Cepat (Rapid Assessment) Pengawasan Program Pemanfaatan Biomassa dalam Implementasi Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan yang digelar di Jakarta, Kamis (15/1/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri).)

Pantau - Ombudsman Republik Indonesia menilai bahwa program pemanfaatan biomassa untuk pembangkit listrik ramah lingkungan memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat yang signifikan, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, maupun sosial.

Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih, menyatakan bahwa pemanfaatan biomassa dapat membantu menurunkan emisi polutan udara serta berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca.

Program biomassa dipandang dapat membuka lapangan pekerjaan lokal dan memberdayakan masyarakat melalui pengembangan ekosistem biomassa berbasis daerah. Ini akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Najih juga menegaskan bahwa komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan sumber energi ramah lingkungan seperti biomassa.

Berdasarkan kajian Ombudsman, sektor energi menjadi salah satu penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca di Indonesia, terutama karena dominasi pembangkit listrik berbasis energi fosil.

Oleh karena itu, pengembangan energi baru dan terbarukan, termasuk biomassa, dianggap sangat penting dalam strategi transisi energi nasional untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Meskipun potensi biomassa sangat besar, kajian Ombudsman juga menemukan beberapa masalah dalam implementasi program biomassa, terutama dalam skema co-firing di PLTU, yang dinilai belum berjalan optimal dan belum merata.

Beberapa masalah yang diidentifikasi dalam program ini antara lain:

  • Ketersediaan dan keberlanjutan biomassa yang belum terjamin
  • Kualitas biomassa yang belum seragam
  • Keterbatasan teknologi dan tingginya biaya retrofit
  • Aspek perekonomian yang belum efisien
  • Lemahnya tata kelola, koordinasi, dan skema insentif

Najih menegaskan bahwa masalah-masalah ini bisa menyebabkan ketidakefektifan program dan berpotensi menimbulkan maladministrasi.

Penulis :
Aditya Yohan