Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Komisi VII DPR Soroti Banjir Bandara Soetta dan Ingatkan Dampak Serius ke Pariwisata

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Komisi VII DPR Soroti Banjir Bandara Soetta dan Ingatkan Dampak Serius ke Pariwisata
Foto: (Sumber: Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga saat memberikan sambutan dalam kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke InJourney Airpots di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten. ANTARA/Azmi Samsul M.)

Pantau - Komisi VII DPR RI menyoroti banjir yang melanda kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Senin 12 Januari 2026 karena mengganggu aktivitas penumpang dan konektivitas penerbangan nasional.

Banjir tersebut menyebabkan keterlambatan penerbangan dan hambatan mobilitas penumpang menuju dan dari bandara terbesar di Indonesia itu.

Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengaku mengalami langsung dampak banjir saat melakukan perjalanan udara.

“Penerbangan saya dari Semarang ke Jakarta yang seharusnya tiba pukul tiga sore tertunda hingga baru bisa berangkat pukul sembilan malam,” ungkapnya.

Lamhot menegaskan peristiwa banjir di Bandara Soetta tidak boleh terulang karena berdampak langsung terhadap sektor pariwisata nasional.

Ia menilai banjir dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan mancanegara maupun wisatawan Nusantara dan berpotensi menurunkan minat kunjungan ke Indonesia.

DPR Dorong Evaluasi dan Solusi Konkret

Komisi VII DPR RI mendorong seluruh pihak terkait, khususnya pengelola utama bandara, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan penanganan konkret atas persoalan banjir.

Lamhot menekankan Bandara Soetta sebagai bandara terbesar di Indonesia harus bebas dari gangguan teknis yang berulang.

Menurutnya, gangguan di Bandara Soetta dapat berdampak luas terhadap layanan penerbangan nasional dan konektivitas ke bandara lain di Indonesia.

PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney sebagai pengelola bandara diminta segera mengambil langkah solusi yang efektif agar banjir tidak kembali terjadi.

Komisi VII DPR RI juga mengkhawatirkan pemberitaan banjir di Bandara Soetta dapat menyebar secara global dan memengaruhi persepsi wisatawan internasional.

Lamhot menilai wisatawan asing dapat berpikir ulang untuk berkunjung ke Indonesia jika persoalan banjir bandara terus berulang.

Selain penanganan banjir, InJourney juga didorong berperan aktif dalam promosi dan peningkatan pariwisata melalui penguatan konektivitas, aksesibilitas, dan amenitas.

Komisi VII DPR RI menilai peran InJourney sangat sentral dalam memperkuat ekosistem kepariwisataan nasional.

InJourney Jelaskan Penyebab dan Penanganan

Direktur Teknik InJourney Airports Kristianto Eko Wibowo menjelaskan banjir terjadi di luar kawasan terminal Bandara Soetta.

Ia menyebut curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan banjir di berbagai wilayah, termasuk akses jalan menuju bandara.

“Area di dalam bandara tidak mengalami banjir, namun sisi udara terdampak cuaca ekstrem sehingga beberapa penerbangan mengalami keterlambatan dan pengalihan,” ungkapnya.

Kristianto menyatakan banjir terjadi di jalan tol serta wilayah seberang perimeter utara bandara.

InJourney telah melakukan langkah penanganan darurat serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengurangi dampak banjir.

InJourney juga berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai dan pemerintah daerah guna menangani aliran air di sekitar kawasan Bandara Soetta.

Penulis :
Ahmad Yusuf