
Pantau - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, kini menyediakan layanan pengaduan bernama Sahabat Sagi yang dapat diakses publik melalui hotline bebas pulsa 127.
Layanan Sahabat Sagi dibuka sebagai upaya untuk menjaga kualitas, transparansi, dan efektivitas program MBG yang menyasar pemenuhan gizi anak-anak sekolah.
Koordinator Wilayah SPPG Kota Mataram, Hermawan Riadi, menyatakan bahwa layanan ini terbuka bagi siapa saja dan aktif selama 24 jam penuh.
"Silakan masyarakat baik itu siswa, orang tua, sekolah, maupun publik, bisa melaporkan berbagai masalah di lapangan terkait MBG," ungkapnya.
Layanan Sahabat Sagi Siap Tindaklanjuti Aduan
Melalui layanan Sahabat Sagi, masyarakat dapat menyampaikan laporan terkait dugaan keracunan, keluhan terhadap menu makanan, masalah kebersihan, distribusi makanan, serta bentuk masukan atau keluhan lainnya.
Hermawan Riadi juga menegaskan, "Karena itu masyarakat yang melapor melalui layanan online tersebut akan mendapatkan respons cepat."
Aduan masyarakat akan digunakan sebagai bahan evaluasi internal terhadap kinerja dapur MBG maupun sistem distribusi.
Langkah-langkah tindak lanjut dilakukan oleh Tata Kelola Wilayah Sekitar (Tawas) yang akan melakukan pengecekan di lapangan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
"Jika terbukti tidak sesuai SOP, maka Tawas bisa mengeluarkan surat pemberhentian sampai jenjang waktu yang tidak ditentukan," ia mengungkapkan.
52 Dapur Disiapkan untuk Layani Kebutuhan Gizi Anak
Saat ini, terdapat 49 dapur MBG yang aktif di Kota Mataram dan dalam waktu dekat akan ditambah tiga dapur lagi menjadi total 52 dapur.
Namun, angka tersebut masih belum mencukupi kebutuhan ideal yang mencapai sekitar 75 dapur di wilayah tersebut.
SPPG menargetkan dengan adanya pengawasan ketat dan pelibatan masyarakat melalui Sahabat Sagi, program MBG dapat berjalan lebih tepat sasaran dan mencegah terjadinya stunting pada anak-anak.
- Penulis :
- Shila Glorya








