Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah OKU Rekrut 78 Siswa di Sekolah Rakyat, Pendidikan Gratis untuk Anak Kurang Mampu

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah OKU Rekrut 78 Siswa di Sekolah Rakyat, Pendidikan Gratis untuk Anak Kurang Mampu
Foto: Bupati OKU, Sumatera Selatan, Teddy Meilwansyah (sumber: ANTARA/Edo Purmana)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, merekrut sebanyak 78 siswa untuk mengikuti pendidikan gratis di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 45 OKU.

Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia.

"Program Sekolah Rakyat dijalankan dengan tujuan memberikan kesempatan pendidikan setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Program Nasional untuk Pemerataan Akses Pendidikan

Pelaksanaan program ini bertujuan untuk meningkatkan pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Di Kabupaten OKU, SRMA 45 OKU menempati bekas Gedung Bandiklat BKPSDM yang berlokasi di Kelurahan Sepancar Lawang Kulon, Kecamatan Baturaja Timur.

Sekolah ini mulai beroperasi sejak Oktober 2025 dan saat ini menampung 78 siswa yang terdiri atas 43 laki-laki dan 35 perempuan.

"Alhamdulillah, pelaksanaan belajar mengajar di sekolah ini sudah berjalan dengan baik," ia mengungkapkan.

Didukung Tenaga Profesional dan Fasilitas Lengkap

SRMA 45 OKU didukung oleh 40 tenaga pendidik dan kependidikan yang mencakup guru, operator, wali asuh, wali asrama, petugas keamanan, juru masak, hingga petugas kebersihan.

Seluruh biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Menurut Bupati Teddy Meilwansyah, keberadaan Sekolah Rakyat memberikan solusi nyata dalam mewujudkan pendidikan yang setara dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Kami terus melakukan penjaringan siswa agar ke depan tidak ada lagi anak-anak di OKU yang putus sekolah," ujarnya.

Penulis :
Leon Weldrick