Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Isra Mikraj 1447 Hijriah, Warga Jakarta Diajak Kian Berpihak pada Lingkungan Hidup

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Isra Mikraj 1447 Hijriah, Warga Jakarta Diajak Kian Berpihak pada Lingkungan Hidup
Foto: (Sumber: Suasana peringatan Isra Mikraj tingkat nasional di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (15/1/2025). ANTARA/Asep Firmansyah.)

Pantau - Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta mengajak warga Jakarta, khususnya umat Islam, untuk semakin berpihak dan mencintai lingkungan seiring peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah yang jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Adib, yang menegaskan bahwa pesan utama peringatan Isra Mikraj tahun ini adalah meningkatkan kualitas kehidupan beragama.

Adib menyampaikan peningkatan kualitas kehidupan beragama diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas di seluruh lini kehidupan masyarakat.

Makna Isra Mikraj dan Kepedulian Lingkungan

Adib menekankan adanya keterkaitan erat antara kehidupan beragama dengan keberpihakan terhadap kelestarian lingkungan.

Ia mengingatkan bahwa peristiwa Isra dan Mikraj merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW untuk berjumpa dengan Allah SWT di puncak Sidratul Muntaha.

Menurut Adib, nilai-nilai kebijakan tertinggi dari peristiwa tersebut kemudian dibawa kembali ke bumi sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta.

Ia menyebut Jakarta sebagai kota padat penduduk yang memiliki beragam persoalan sosial dan lingkungan sehingga membutuhkan refleksi nilai-nilai Isra Mikraj dalam kehidupan sehari-hari.

Adib menyatakan refleksi tersebut bertujuan “mendorong semua pihak untuk makin bijak dalam bertindak sehingga dapat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun hubungan sosial yang baik serta produktif,” ungkapnya.

Pesan Menteri Agama soal Krisis Lingkungan

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menyampaikan pesan pada peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah.

Menag mengajak seluruh umat Islam menjadikan Isra Mikraj sebagai momentum refleksi untuk meneguhkan kembali peran manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Ia menilai krisis lingkungan yang terjadi saat ini menuntut hadirnya kesalehan yang utuh.

Menurut Menag, kesalehan tidak hanya tercermin dalam ketaatan beribadah, tetapi juga dalam sikap menjaga keseimbangan alam.

Menag menekankan pentingnya penggunaan sumber daya alam secara bijaksana sebagai wujud tanggung jawab manusia terhadap lingkungan.

Penulis :
Aditya Yohan