Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BPAD DKI Jakarta Targetkan Pendapatan Rp805 Miliar dari Aset Daerah di 2026, Hampir Dua Kali Lipat dari Tahun Lalu

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BPAD DKI Jakarta Targetkan Pendapatan Rp805 Miliar dari Aset Daerah di 2026, Hampir Dua Kali Lipat dari Tahun Lalu
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pembangunan taman di bawah kolong Jalan Tol Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (26/10/2025). ANTARA FOTO/Naufal Khoirulloh.)

Pantau - Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta optimistis dapat meraih pendapatan sebesar Rp805 miliar pada tahun 2026 dari pengelolaan aset milik pemerintah daerah.

Angka ini hampir dua kali lipat dari capaian tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp450 miliar.

"Tantangan saat ini mungkin berat Rp805 miliar, tetapi Kepala BPAD (Faisal Syafruddin) optimistis bahwa tahun ini bisa tercapai," ungkap pihak BPAD.

Optimisme tersebut didasari oleh realisasi pendapatan tahun 2025 yang berhasil mencapai 100,55 persen dari target.

Nilai Aset DKI Jakarta Capai Rp677 Triliun, Potensi Pendapatan Masih Terbuka

Berdasarkan hasil audit tahun 2024, total aset yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tercatat sebesar Rp677.663.062.108.987.

"Total aset DKI Jakarta ada Rp677 triliun, yang dikelola oleh BPAD dan di bawah satuan kerja masing-masing, dengan nilai total register hampir 10 juta. Ini berdasarkan hasil audit tahun 2024," jelas BPAD.

Aset tersebut mencakup kategori tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan irigasi dan jaringan, konstruksi dalam pengerjaan, serta aset tetap lainnya.

Potensi kenaikan jumlah total aset di tahun 2025 masih dalam proses rekonsiliasi oleh bidang Penatausahaan Aset (PUA).

Optimalisasi pengelolaan aset daerah kini menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi Pemprov DKI Jakarta selain dari sektor pajak.

Kontribusi pendapatan dari aset diperkirakan mencapai lima persen dari total pendapatan daerah yang berkisar di angka Rp30 triliun.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mendorong agar aset dimanfaatkan secara maksimal mengingat nilai totalnya yang melebihi Rp600 triliun.

Penulis :
Aditya Yohan