Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kepala Sekolah se-Solo Raya Deklarasi Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo, Fokus pada MBG dan Penguatan SDM

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kepala Sekolah se-Solo Raya Deklarasi Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo, Fokus pada MBG dan Penguatan SDM
Foto: (Sumber: Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Fajar Riza Ul Haq bersama para kepala sekolah berdeklarasi mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam agenda Seminar MKKS SMP se-Solo Raya, Sukoharjo, Kamis (15/1/2026). ANTARA/HO-Kemendikdasmen)

Pantau - Ratusan kepala sekolah dari wilayah Solo Raya mendeklarasikan dukungan penuh terhadap seluruh program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara Seminar Pendidikan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Solo Raya yang digelar di Sukoharjo, Kamis (15/1).

"Mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas terlaksananya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK se-Solo Raya", bunyi salah satu poin deklarasi.

Deklarasi tersebut memuat tiga pernyataan sikap, yakni ucapan terima kasih, komitmen untuk mendukung penuh pelaksanaan program, serta harapan agar program-program prioritas berlanjut secara konsisten.

Kegiatan ini dihadiri oleh kepala sekolah dari tujuh kabupaten/kota, yaitu Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

Kepala Sekolah Diposisikan Sebagai Pemimpin Strategis Pendidikan Nasional

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa kepala sekolah kini memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan Indonesia.

Ia menyatakan bahwa penguatan kepemimpinan kepala sekolah merupakan bagian penting dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan.

"Kepala sekolah bukan sekadar pengelola administrasi, tapi pemimpin pembelajaran yang menentukan mutu sekolah dan masa depan peserta didik", ujarnya.

Fajar merujuk pada Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 yang menetapkan kepala sekolah sebagai pemimpin satuan pendidikan dengan kompetensi kepribadian, profesional, sosial, dan kewirausahaan.

Ia juga menjelaskan bahwa pengisian jabatan kepala sekolah kini diatur melalui Kepmendikdasmen Nomor 129/P/2025 yang berbasis sistem merit dan data.

Pemerintah daerah diwajibkan memetakan kebutuhan kepala sekolah melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), yang terintegrasi dalam Sistem Informasi Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (SIM KSPSTK).

Sistem ini bertujuan agar distribusi kepala sekolah dapat direncanakan secara nasional dan akuntabel, mencakup sekolah negeri dan swasta.

Pola Penyiapan Kepala Sekolah Diubah, Dorong Adaptasi Teknologi di Sekolah

Kemendikdasmen juga melakukan transformasi pada proses penyiapan calon kepala sekolah.

Seleksi kini dilakukan berbasis studi kasus nyata dan dilanjutkan dengan pelatihan intensif selama 110 jam, yang meliputi pembelajaran mandiri, praktik lapangan, pendampingan mentor, dan penyusunan Proyek Transformasi Sekolah.

Fajar menekankan bahwa sekolah yang adaptif lahir dari kepemimpinan yang berani mendorong literasi, numerasi, penguatan karakter, serta pemanfaatan teknologi seperti coding dan kecerdasan artifisial.

Dalam kunjungannya ke SD Kristen Danukusuman Surakarta dan SMAN 1 Kartasura, ia memastikan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) berjalan optimal.

Fajar juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo berkomitmen untuk terus meningkatkan distribusi perangkat IFP secara bertahap ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Ia turut mengapresiasi antusiasme dan dukungan kepala sekolah di Solo Raya terhadap Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu prioritas nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf