Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Akmal Malik Ajak Kepala Daerah Libatkan Generasi Muda untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Astacita Presiden

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Akmal Malik Ajak Kepala Daerah Libatkan Generasi Muda untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Astacita Presiden
Foto: Dokumentasi kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah guna Mendukung Pelaksanaan Program Prioritas Presiden dan Asta Cita (sumber: Kemendargi)

Pantau - Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik mengajak kepala daerah dan jajaran sekretaris daerah untuk aktif mewujudkan Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang ketahanan pangan.

Akmal menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar pada kebijakan kemandirian pangan melalui program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan program swasembada pangan.

Dorong Partisipasi Generasi Muda

Akmal mengungkapkan bahwa fokus kemandirian pangan dapat diwujudkan dengan menggerakkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, melalui langkah sederhana di lingkungan masing-masing.

"Fokus untuk kemandirian pangan bisa diwujudkan. Bagaimana menggerakkan masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan. Misal, mendorong anak-anak muda, siswa sekolah untuk menanam satu pohon cabai saja, itu sudah merupakan wujud mengimplemantasikan rasa nasionalisme demi kemandirian bangsa di bidang pangan," ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Akmal saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah yang digelar di Jakarta.

Akmal menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar berupa bonus demografi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 yang harus dimanfaatkan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang andal.

Ia menilai penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci untuk menciptakan kemandirian bangsa, termasuk dalam sektor pangan nasional.

Tantangan Sektor Pertanian dan Inovasi Daerah

Akmal mengingatkan bahwa sektor pertanian nasional saat ini menghadapi tantangan serius meskipun Indonesia dikenal sebagai negara agraris.

Ia menyebutkan tantangan tersebut antara lain menurunnya minat generasi muda di bidang pertanian serta dominasi petani lansia di lapangan.

"Saya mencatat ada kurang lebih 80 juta anak usia sekolah mulai dari SMP hingga SMA di seluruh Indonesia. Pemikiran saya, bagaimana seandainya kepada 80 juta anak sekolah ini mereka diberikan pendidikan bagaimana mewujudkan ketahanan pangan," ia mengungkapkan.

Menurut Akmal, pembekalan pendidikan pangan kepada pelajar akan memberikan dampak signifikan bagi ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang.

Ia mendorong kepala daerah untuk berinovasi merancang program yang melibatkan generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan.

Akmal mencontohkan program penanaman cabai yang dinilai efektif membantu pengendalian inflasi daerah karena harga cabai kerap menjadi pemicu inflasi.

"Andaikan satu siswa saja kita berikan kewajiban menanam satu cabai maka akan ada 80 juta batang cabai di Indonesia. Kegiatan menanam dan merawat pohon cabai itu termasuk kegiatan menumbuhkan disiplin dan tanggung jawab siswa di sekolah masing-masing," ungkapnya.

Akmal menegaskan bahwa kreativitas dan inisiatif kepala daerah sangat dibutuhkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional seiring target MBG yang menyasar hingga 82 juta penerima manfaat.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap program KDKMP guna menggerakkan roda perekonomian masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan.

Penulis :
Shila Glorya