Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Revitalisasi 22 Sekolah di Pasuruan dan Probolinggo, Pemprov Jatim Targetkan Lingkungan Belajar Layak dan Berkualitas

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Revitalisasi 22 Sekolah di Pasuruan dan Probolinggo, Pemprov Jatim Targetkan Lingkungan Belajar Layak dan Berkualitas
Foto: (Sumber: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan sarana fasilitas penunjang SMAN Taruna Madani Jatim beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim.)

Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meresmikan program rehabilitasi dan revitalisasi terhadap 22 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di wilayah Pasuruan dan Probolinggo sebagai upaya meningkatkan mutu pembelajaran dan menyediakan ruang belajar yang layak bagi para siswa.

Sebanyak 16 sekolah di wilayah Pasuruan menerima program revitalisasi dengan total anggaran sebesar Rp16,33 miliar, sementara 6 sekolah di wilayah Probolinggo direvitalisasi dengan alokasi anggaran senilai Rp7,38 miliar.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan komitmen nyata untuk membentuk generasi emas yang kompetitif dan berkarakter.

"Peresmian sarana dan prasarana ini bukan sekadar pemenuhan fasilitas fisik, tetapi juga bentuk keseriusan kami dalam memperkuat kualitas dan makna proses pembelajaran," ungkapnya.

Menurut Khofifah, sekolah harus menjadi ruang tumbuh bagi nilai, karakter, dan mimpi peserta didik, sehingga kelengkapan sarana dan prasarana perlu mendukung martabat pendidikan dan masa depan anak-anak bangsa.

Program rehabilitasi dan revitalisasi ini diarahkan untuk membangun ekosistem belajar yang sehat, meliputi ruang kelas yang aman, sanitasi yang layak, fasilitas pembelajaran yang memadai, serta lingkungan sekolah yang ramah anak.

Libatkan Sekolah Swasta dan Penguatan SDM Pendidikan

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa sekolah swasta merupakan mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan berhak mendapatkan lingkungan belajar yang setara dengan sekolah negeri.

Selain pembangunan fisik, Pemprov Jatim juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan.

Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah Bank Talent DNA, yang berfungsi untuk memetakan potensi dan kompetensi peserta didik.

"Provinsi Jawa Timur menjadi satu-satunya di Indonesia yang telah memiliki Bank Talent DNA dalam dunia pendidikan," ia mengungkapkan.

Khofifah juga menekankan pentingnya optimalisasi sarana prasarana yang diiringi dengan revitalisasi cara mengajar, cara belajar, dan kepemimpinan sekolah.

Tujuannya adalah agar sekolah mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia.

Penulis :
Gerry Eka