
Pantau - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar melakukan pengambilan sampel DNA dari keluarga salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan.
Proses Identifikasi Korban
Langkah ini diambil untuk mendukung proses identifikasi ilmiah terhadap korban, khususnya Esther Aprilita S, seorang pramugari yang menjadi salah satu dari 11 orang di dalam pesawat.
Keluarga Esther yang berdomisili di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah memberikan data ante mortem dan sampel DNA kepada tim DVI.
"Pengambilan DNA dilakukan sebagai bagian dari identifikasi ilmiah," ungkap petugas.
Kronologi Kecelakaan
Pesawat ATR 42-500 lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026 pukul 09.08 WITA dan dijadwalkan tiba pukul 12.22 WITA.
Namun, pesawat hilang kontak satu menit kemudian, tepatnya pada 12.23 WITA, dengan titik terakhir tercatat di koordinat 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT.
Pesawat tersebut membawa total 11 orang, terdiri dari kru dan penumpang.
Penemuan Serpihan dan Jasad Korban
Tim SAR gabungan yang dikerahkan ke lokasi berhasil menemukan sejumlah serpihan pesawat di lereng Gunung Bulusaraung.
Selain itu, satu jasad juga ditemukan dan telah dievakuasi dari jurang sedalam 200 meter.
Operasi pencarian masih terus berlangsung untuk menemukan korban lainnya.
- Penulis :
- Gerry Eka







