Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Warga Keluhkan Pengendara Lawan Arah di Jalan Raya Bekasi karena Picu Kecelakaan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Warga Keluhkan Pengendara Lawan Arah di Jalan Raya Bekasi karena Picu Kecelakaan
Foto: (Sumber : Sejumlah pengendara roda dua melawan arah di Jalan Raya Bekasi, tepatnya di wilayah Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Senin (2/3/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).)

Pantau - Sejumlah warga mengeluhkan pengendara yang kerap melawan arah di Jalan Raya Bekasi wilayah Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, karena memicu kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lain.

Hambali (63), warga setempat, mengatakan pelanggaran tersebut sudah lama terjadi dan hampir setiap hari terlihat pengendara sepeda motor nekat melawan arus demi mempersingkat waktu tempuh.

Ia mengatakan, "Lawan arah itu dari dulu, bukan hal baru. Sudah sering banget pengendara lawan arah. Padahal, itu membahayakan pengendara lain yang sudah benar di jalurnya,".

Hambali mengungkapkan kecelakaan akibat pengendara melawan arah kerap terjadi, terutama tabrakan antarsepeda motor dan insiden tersenggol kendaraan lain karena jarak yang terlalu sempit.

Ia menambahkan, "Sering terjadi kecelakaan juga karena begini. Motor kesenggol dan lain-lain. Saya juga sering nolongin kalau ada yang jatuh,".

Meski kerap membantu korban kecelakaan, Hambali mengaku sering berujung cekcok dengan pihak yang dinilai bersalah.

Ia mengatakan, "Saya sering tolong kalau ada yang kecelakaan. Ujung-ujungnya ribut. Malah yang lawan arah jadi lebih galak,".

Berdasarkan pantauan di lokasi, arus lalu lintas di Jalan Raya Bekasi terbilang padat terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Jalan tersebut menjadi akses penghubung dari arah Bekasi dan Pulogadung menuju Priok serta dilintasi kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk bermuatan besar.

Di tengah kepadatan itu, sejumlah pengendara sepeda motor terlihat mengambil jalur berlawanan arah dengan memanfaatkan celah di antara kendaraan meski arus dari arah sebaliknya terus berdatangan.

Beberapa pengendara yang berada di jalur benar terpaksa memperlambat laju kendaraan untuk menghindari tabrakan sementara klakson terdengar bersahutan.

Warga lainnya, Fajar (46), menyebut petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta maupun kepolisian sesekali berjaga dan mengatur lalu lintas di kawasan tersebut namun tidak berlangsung sepanjang waktu.

Ia mengatakan, "Petugas ada yang jaga dan ngatur lalu lintas, tapi kan tidak setiap saat. Begitu petugas tidak ada, langsung pada lawan arah lagi,".

Fajar menambahkan arus kendaraan dari arah Bekasi dan Pulogadung menuju Priok menjadi salah satu titik yang sulit dikendalikan karena banyak pengendara memilih melawan arus untuk menghindari putar balik yang dianggap terlalu jauh.

Ia berharap ada penanganan lebih tegas dan berkelanjutan melalui penindakan hukum maupun rekayasa lalu lintas.

Ia menegaskan, "Tanpa pengawasan rutin dan sanksi tegas, kebiasaan melawan arah akan terus berulang dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya,".

Penulis :
Aditya Yohan