
Pantau - Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan terdapat tiga perguruan tinggi luar negeri yang berminat berpartisipasi dalam implementasi Program Beasiswa Patriot.
Tiga perguruan tinggi asing tersebut adalah Technical University of Munich dari Jerman, Tsinghua University dari China, dan Stanford University dari Amerika Serikat.
M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan kampus luar Indonesia memang tertarik untuk berkolaborasi dan dirinya telah menerima serta bertemu langsung dengan pihak terkait.
Perwakilan Technical University of Munich dan Tsinghua University menyampaikan minat kolaborasi saat menghadiri pertemuan langsung dengan Menteri Transmigrasi.
Informasi mengenai potensi kerja sama dengan Stanford University diperoleh Menteri Transmigrasi dari IPB University.
Kendala Regulasi Kolaborasi Kampus Asing
Menteri Transmigrasi mengakui masih terdapat kendala regulasi dalam pelaksanaan kolaborasi antara perguruan tinggi asing dan perguruan tinggi dalam negeri.
Kendala regulasi tersebut mencakup penerimaan mahasiswa asing dan penerapan program gelar ganda.
Pembahasan awal terkait penyesuaian regulasi dijadwalkan berlangsung dalam Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra Transmigrasi Patriot 2026.
Rapat koordinasi tersebut diselenggarakan di Jakarta pada Minggu 18 Januari hingga Selasa 20 Januari 2026.
"Persoalan utama saat ini adalah regulasi," ungkap M Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Ia menegaskan ke depan universitas asing pasti akan bergabung tergantung pada kecepatan penyesuaian regulasi yang dilakukan pemerintah.
Transfer Pengetahuan untuk Kawasan Transmigrasi
Pelibatan kampus asing bertujuan menciptakan limpahan pengetahuan guna meningkatkan inovasi teknologi di dalam negeri.
Kehadiran akademisi dan sistem pendidikan berstandar internasional diharapkan membawa pengetahuan yang relevan bagi pengembangan kawasan transmigrasi.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengatasi ketimpangan wilayah yang masih terjadi di berbagai kawasan Indonesia.
Dengan menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini ke kawasan transmigrasi, percepatan pembangunan diharapkan dapat terwujud.
Kehadiran inovasi juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah transmigrasi.
"Ketimpangan wilayah tidak mungkin diselesaikan secara masif dan berkelanjutan tanpa limpahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi dari perguruan tinggi," ujar M Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Program Beasiswa Patriot tahun ini dipersiapkan untuk menjangkau 1.000 hingga 1.500 mahasiswa.
Peserta Beasiswa Patriot berasal dari Universitas Indonesia, IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







