
Pantau - Keluarga Deden Maulana, salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), menyerahkan sampel rambut milik ibunya kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi.
"Karena menurut tim DVI dari sana, harus ada yang sedarah. Jadi, yang diminta di antaranya, satu rambut ibunya dibawa," ujar ayah Deden, Mukhsin.
Selain itu, adik Deden dan suaminya juga diminta untuk pergi ke Makassar guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan menyerahkan data pendukung lainnya.
Data Tambahan Diperlukan untuk Percepat Identifikasi
Tim DVI juga meminta beberapa dokumen dan informasi penting, termasuk ijazah, kartu keluarga (KK), ciri-ciri fisik, pakaian terakhir yang dikenakan korban, serta foto Deden dalam kondisi tersenyum dengan gigi terlihat.
"Data di antaranya ijazah, kartu keluarga (KK), tanda-tanda di badan, baju yang dipakai dan foto yang lagi tersenyum kelihatan gigi. Itu saja yang diminta," jelas Mukhsin.
Mukhsin menuturkan bahwa keluarga tidak merasakan firasat apapun saat terakhir berinteraksi dengan Deden.
Saat ini, keluarga masih diliputi duka dan menaruh harapan besar agar proses pencarian dan identifikasi dapat segera memberikan kepastian.
"Ya, harapan kami sekeluarga itu, semoga cepat ditemukan dan mendapatkan berita yang menggembirakan," ujarnya.
Kronologi Jatuhnya Pesawat dan Data Penumpang
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026 saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin, Sulawesi Selatan.
Lokasi hilangnya pesawat berada di wilayah pegunungan Bulusaraung, di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.
Pesawat tersebut mengangkut 10 orang yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang.
Ketiga penumpang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan, Deden Maulana, dan Yoga Naufal.
Adapun kru pesawat terdiri dari pilot Captain Andi Dahananto, copilot Muhammad Farhan Gunawan, serta kru kabin Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita.
- Penulis :
- Aditya Yohan







