Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Tim DVI Ambil 8 Sampel DNA Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Tim DVI Ambil 8 Sampel DNA Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Foto: Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto (dua kiri) Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris (dua kanan), Kepala Bidang DVI Pudokkes Mabes Polri AKBP Wahyuhidayati (kanan) beserta tim DVI menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers terkait penanganan kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, di Biddokes Polda Sulawesi Selatan, Jalan Kumala Makassar, Senin 19/1/2026 (sumber: ANTARA/Darwin Fatir)

Pantau - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan telah mengambil delapan sampel DNA dari keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Pengambilan Data Ante Mortem dan Kerja Sama Lintas Daerah

"Tim telah memeriksa ante mortem keluarga korban. Ada delapan orang DNA (diambil) dan keterangan lainnya. Untuk dua lainnya (keluarga korban) belum," ungkap salah satu anggota tim DVI.

Proses ini merupakan bagian dari tahapan awal untuk mencocokkan data ante mortem dan post mortem jika korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan, termasuk identifikasi melalui barang-barang pribadi milik korban.

"Dari data awal ante mortem dan post mortem ini akan dicocokkan, apakah sesuai dengan pihak penerbangan perusahaan itu. Kita masih menunggu penyerahan jasad korban atau temuan lainnya," jelasnya.

Guna mempercepat proses identifikasi, tim DVI bekerja sama dengan Biddokes Polda lain yang wilayahnya merupakan domisili keluarga korban.

"Ada empat keluarga korban yang datang ke DVI dan empat keluarga yang didatangi tim di kediaman masing-masing. Data korban ini nanti disampaikan setelah diidentifikasi," tambahnya.

Temuan Jenazah dan Tantangan Identifikasi

Dari sepuluh korban kecelakaan pesawat, dua jenazah telah ditemukan tim SAR dalam operasi pencarian di Gunung Bulusaraung, yang diduga kuat merupakan kru pesawat tersebut.

"Tapi, kita tidak boleh menyampaikan siapa saja (identitas) yang sudah (ditemukan) dan belum, agar tidak terjadi kesalahan," ungkap Kepala Bidang DVI Pudokkes Mabes Polri, AKBP Wahyuhidayati.

Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada jenazah yang diterima oleh pihak DVI di Posko Biddokes Polda Sulsel untuk dilakukan pemeriksaan.

"Setelah ada jenazah baru bisa dilakukan post mortem. Jadi untuk jenazah pengambilan sampel akan dilaksanakan di tempat pemeriksaan jenazah. Kami tidak pernah mengambil sampel di TKP. Supaya, nanti terdata dengan baik nomornya, segala administrasinya," jelasnya.

Meskipun belum ada jenazah yang tiba, tim tetap mengumpulkan data ante mortem dari keluarga korban, termasuk dari wilayah luar Sulawesi Selatan.

"Ini ternyata keluarga-keluarganya itu tidak ada di Sulsel. Ada yang di Jateng, ada di Jabar, ada di Bekasi. Kami berkoordinasi dengan Biddokes Polda setempat untuk mencari, mendatangi keluarga," terangnya.

Beberapa keluarga juga secara inisiatif datang ke Biddokes Polda di wilayah masing-masing, bahkan ada yang difasilitasi oleh pihak maskapai penerbangan untuk ke Sulawesi Selatan.

"Makanya, kita tunggu. Sambil kita juga meminta nomor kontak para keluarga tersebut kalau kita butuh data tambahan, kita bisa tetap komunikasi," tambahnya.

Perkembangan Operasi SAR

Pada hari ketiga operasi SAR, tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah korban berjenis kelamin perempuan di jurang Gunung Bulusaraung pada kedalaman sekitar 50 meter dari puncak.

Sehari sebelumnya, tim menemukan jenazah korban laki-laki di lereng jurang yang sama.

Penulis :
Leon Weldrick