
Pantau - Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram mencatat delapan pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Selasa 20 Januari 2026 sekitar pukul 04.00 WITA.
Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi menyampaikan data delapan pohon tumbang tersebut merupakan catatan sementara hingga pukul 12.30 WITA dan jumlahnya masih berpotensi bertambah seiring cuaca ekstrem yang diperkirakan berlanjut.
Delapan pohon tumbang tersebut masing-masing pohon Waru di Jalan Brawijaya, pohon Beringin Karet di Taman Bawak Koko Ampenan, pohon Saga di Jalan Sriwijaya, pohon Trembesi di Jalan Udayana, pohon Waru di Sandubaya, pohon Ketapang Kencana di Moncok Karya, pohon Waru di Pondok Prasi Bintaro, serta pohon Kurma di Jalan Palapa.
Nizar menjelaskan sebagian besar pohon tampak masih kuat dari luar, namun ternyata keropos di bagian dalam batang.
Ia menyebut faktor utama tumbangnya pohon disebabkan tanah yang jenuh air akibat hujan terus-menerus selama beberapa pekan terakhir.
Angin kencang membuat kondisi tanah yang labil tidak mampu menopang beban pohon yang rimbun sehingga mudah roboh.
Tim DLH Kota Mataram bersama BPBD, Dinas Perkim, Dinas Perhubungan, serta dibantu TNI melakukan evakuasi pohon tumbang di sejumlah titik.
Satu pohon tumbang di Taman Bawak Koko Sukaraja Ampenan dilaporkan menimpa badan jalan dan rumah warga.
Proses evakuasi dilakukan secara cepat agar lalu lintas dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Sebagian besar pohon tumbang sempat menutup akses jalan sehingga dilakukan penutupan sementara.
DLH Kota Mataram terus melakukan langkah antisipasi dengan perantingan pohon di sejumlah jalan protokol.
Jalan Pejanggik disebut sebagai salah satu titik rawan karena terdapat deretan pohon kenari berusia ratusan tahun.
Nizar mengungkapkan keterbatasan anggaran menjadi kendala DLH untuk membeli alat pendeteksi kondisi batang pohon.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada selama musim hujan dan angin kencang karena bencana dapat terjadi kapan saja.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







