Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemensos Salurkan Bantuan Logistik untuk Ribuan Warga Terdampak Banjir Karawang

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kemensos Salurkan Bantuan Logistik untuk Ribuan Warga Terdampak Banjir Karawang
Foto: Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada Senin 19/1/2026 (sumber: Biro Humas Kemensos)

Pantau - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 19 Januari 2026.

Bantuan disalurkan melalui gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat sebagai respons atas luapan Sungai Cibeet dan Sungai Citarum yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah Karawang.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan bahwa bantuan dikirim untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

"Kemensos memastikan bantuan tersalurkan kepada korban banjir di Karawang. Kami juga terus memantau perkembangan di lapangan agar penanganan berjalan efektif, cepat dan tepat sasaran," ungkapnya.

Bantuan Logistik dan Dapur Umum

Bantuan logistik yang dikirimkan meliputi 500 paket makanan siap saji, 100 paket makanan anak, 200 paket lauk pauk siap saji, 1 unit tenda serbaguna, 5 unit tenda keluarga, serta 50 lembar tenda gulung.

Selain itu, Kemensos juga mendistribusikan 75 lembar kasur, 100 lembar selimut, 100 paket family kit, 100 paket kid ware, dan 100 paket sandang anak.

Kemensos juga melakukan asesmen dan kaji cepat di lokasi terdampak guna memastikan bahwa seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Dinas Sosial Kabupaten Karawang turut mendukung penanganan dengan mendirikan dapur umum lapangan di Markas Komando Taruna Siaga Bencana (Tagana) Karawang sejak hari yang sama.

Mensos Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa dapur umum tersebut mampu memproduksi sekitar 1.100 porsi makanan per hari untuk satu kali makan.

Jumlah Korban dan Lokasi Pengungsian

Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 854 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.562 jiwa terdampak oleh banjir.

Dari jumlah tersebut, sekitar 160 KK atau 470 jiwa mengungsi ke Desa Karangligar.

Sebagian warga lainnya memilih mengungsi ke rumah tetangga dan kerabat demi menghindari genangan air yang masih menggenangi permukiman mereka.

Penulis :
Shila Glorya