Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kebocoran Gas di Seram Bagian Timur: Warga Diimbau Menjauh, Pemerintah Lakukan Penanganan Cepat

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kebocoran Gas di Seram Bagian Timur: Warga Diimbau Menjauh, Pemerintah Lakukan Penanganan Cepat
Foto: Bupati Serm Bagian Timur Fachri Husni Alkatiri berdialog dengan warga (sumber: ANTARA/Dedy Azis)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi kebocoran pipa gas milik PT Kalrez Petroleum Seram Ltd yang berada di Desa Fattolo, guna menghindari risiko gangguan kesehatan.

Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.

"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami mengimbau warga agar sementara waktu menjauhi area terdampak sampai penanganan dinyatakan aman oleh pihak berwenang," ungkapnya.

Pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat dengan turun langsung ke lokasi kejadian dan melakukan koordinasi lintas sektor untuk menanggulangi kebocoran gas.

Dalam kunjungannya ke lokasi, Bupati didampingi oleh Asisten I Sekda SBT, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Sosial, Kepala BPBD, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Kabag Hukum, dan Kabag Protokol.

Warga Panik dan Mengungsi, Polisi Amankan Lokasi

Warga Kampung Densel, Desa Fattolo, sempat panik setelah gas tiba-tiba menyembur dari sumur milik PT Kalrez Petroleum Seram Ltd yang terletak di belakang permukiman mereka.

Menurut keterangan warga, sumur tersebut sudah tidak beroperasi selama beberapa bulan terakhir.

Babinkamtibmas Desa Fattolo, Ipda Abdul Sukur Agoha, menyatakan bahwa gas mulai terdeteksi sejak siang hari, namun dampak yang paling besar terasa pada malam hari.

"Sekitar kemarin siang sebenarnya sudah ada, tapi dampaknya besar itu malam hari. Di sekitar sini bahkan dalam kampung sudah penuh asap dan bau menyengat," ia mengungkapkan.

Akibat kejadian tersebut, jarak pandang menjadi terbatas dan bau menyengat memicu kepanikan hingga membuat sebagian warga memilih untuk mengungsi demi keselamatan.

Aparat kepolisian bersama pihak terkait segera mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi sekitar tengah malam, setelah pengecekan awal dilakukan oleh manajemen perusahaan.

Pemerintah Desak Tanggung Jawab Perusahaan

Bupati Fachri Husni Alkatiri juga menerima berbagai keluhan dari para pekerja terkait status ketenagakerjaan mereka pasca insiden kebocoran.

Dari lokasi kejadian, Bupati melakukan panggilan video dengan Kepala Dinas Nakertrans SBT, pihak SKK Migas, dan manajemen PT Kalrez Petroleum Seram Ltd.

Tujuannya adalah untuk menyampaikan kondisi terkini di lapangan dan membahas perlindungan terhadap para pekerja.

"Kami meminta agar perusahaan bertanggung jawab penuh, baik dalam penanganan teknis kebocoran gas maupun perlindungan terhadap para pekerja dan masyarakat sekitar," tegasnya.

PT Kalrez Petroleum Seram Ltd merupakan perusahaan Kontrak Kerja Sama (KKS) di sektor minyak dan gas bumi yang beroperasi di Blok Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku.

Perusahaan ini mulai mengekspor minyak mentah secara perdana pada tahun 2021.

Pemerintah daerah bersama instansi teknis terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan memastikan langkah-langkah mitigasi berjalan optimal hingga kondisi dinyatakan aman bagi masyarakat.

Penulis :
Leon Weldrick