Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat di Pantura Jateng hingga 31 Januari, Warga Diminta Waspada Bencana

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat di Pantura Jateng hingga 31 Januari, Warga Diminta Waspada Bencana
Foto: (Sumber: Peta peringatan dini potensi curah hujan tinggi di wilayah Provinsi Jawa Tengah pada Dasarian III Januari 2026 atau 21-31 Januari 2026. ANTARA/HO-BMKG..)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga hujan lebat untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah pada periode Dasarian III Januari 2026, yaitu 21–31 Januari.

Penetapan status siaga ini dilakukan karena potensi curah hujan tinggi mencapai 200–300 milimeter per dasarian.

"Status siaga tersebut merupakan peringatan dini tertinggi dalam Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT) yang perlu diantisipasi bersama," ujar Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, di Cilacap, Rabu.

Daerah dengan Status Siaga dan Waspada

Wilayah yang masuk dalam status siaga meliputi:

  • Kabupaten Tegal
  • Kabupaten Pemalang
  • Kabupaten Pekalongan
  • Kabupaten Batang
  • Kabupaten Demak
  • Kabupaten Kudus
  • Kabupaten Jepara
  • Kota Pekalongan

Sementara itu, wilayah dengan status waspada (curah hujan 150–200 milimeter per dasarian) meliputi:

  • Kabupaten Brebes
  • Kabupaten Cilacap
  • Kabupaten Banyumas
  • Kabupaten Purbalingga
  • Kabupaten Kebumen
  • Kabupaten Banjarnegara
  • Kabupaten Wonosobo
  • Kabupaten Purworejo
  • Kabupaten Temanggung
  • Kabupaten Magelang
  • Kabupaten Kendal
  • Kabupaten Semarang
  • Kabupaten Boyolali
  • Kabupaten Klaten
  • Kabupaten Sragen
  • Kabupaten Sukoharjo
  • Kabupaten Karanganyar
  • Kabupaten Wonogiri

Untuk kategori kota, status waspada ditetapkan untuk:

  • Kota Tegal
  • Kota Magelang
  • Kota Semarang
  • Kota Salatiga
  • Kota Surakarta

Imbauan dan Antisipasi Dampak Bencana

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak hujan lebat.

Dampak yang perlu diantisipasi antara lain banjir, genangan air, dan tanah longsor, terutama di daerah-daerah rawan bencana.

"Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan segera melakukan langkah antisipasi guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi," ujar Teguh Wardoyo.

BMKG menyatakan akan terus memantau dinamika atmosfer dan memperbarui informasi peringatan dini sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru di wilayah Jawa Tengah.

Penulis :
Aditya Yohan