Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Danantara Indonesia Siapkan Tender Awal Proyek PLTSa di Empat Daerah, Groundbreaking Ditargetkan Maret 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Danantara Indonesia Siapkan Tender Awal Proyek PLTSa di Empat Daerah, Groundbreaking Ditargetkan Maret 2026
Foto: Lead of Waste to Energy Danantara Indonesia Fadli Rahman memberikan keterangan kepada pers di Jakarta, Rabu 21/1/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menyiapkan pelaksanaan tender tahap awal proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di empat daerah yang telah dinilai siap secara teknis dan administratif.

Lead of Waste to Energy Danantara Indonesia, Fadli Rahman, menyampaikan bahwa pengumuman lelang proyek ditargetkan berlangsung pada pertengahan Februari 2026.

Pernyataan ini disampaikan Fadli seusai konferensi pers mengenai kajian pengolahan sampah menjadi energi listrik di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

Tender akan dilaksanakan secara bertahap dan setiap wilayah proyek hanya akan ditangani oleh satu badan usaha.

Pengembangan Tahap Awal dan Mekanisme Kemitraan

Untuk tahap awal, Danantara menyiapkan pengembangan PLTSa di empat daerah terlebih dahulu, dengan realisasi proyek tetap bergantung pada keputusan pimpinan Danantara.

Setiap proyek PLTSa akan melibatkan konsorsium antara perusahaan pemenang tender dengan mitra lokal.

Proses pemilihan mitra lokal dilakukan oleh pihak konsorsium, namun tetap harus melalui mekanisme penelaahan oleh Danantara.

"Kita harus review dan pastikan perusahaan lokalnya betul-betul capable, supaya proyeknya bisa berjalan," ungkapnya.

Setelah pemenang tender diumumkan, tahapan selanjutnya adalah persiapan peletakan batu pertama (groundbreaking).

Groundbreaking ditargetkan akan berlangsung pada akhir Maret 2026.

Skema Jangka Panjang dan Pengaturan Suplai Sampah

Proyek PLTSa ini dirancang dengan skema kontrak jangka panjang, di mana pemerintah daerah berkewajiban memasok sampah sesuai kesepakatan.

Badan usaha yang ditunjuk wajib menerima dan mengolah pasokan sampah tersebut.

"Kita akan memastikan suplai sampah itu berjalan, meskipun volumenya bisa berubah karena faktor musim. Itu yang dihitung dalam studi kelayakan dan akan dimonitor secara berkelanjutan," ia mengungkapkan.

Pengaturan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan proyek sekaligus memitigasi risiko operasional.

Mitigasi risiko dilakukan melalui mekanisme insentif dan disinsentif yang akan diatur dalam kontrak.

Sebelumnya, pada November 2025, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa tujuh PLTSa ditargetkan mulai dibangun pada 2026.

Ketujuh proyek ini merupakan bagian dari tahap awal realisasi target pembangunan 33 PLTSa hingga tahun 2029.

Penulis :
Arian Mesa